Titi Gantung, Pusat Belanja Buku (Bajakan)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 2.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Bila anda tinggal di Medan, rasanya mustahil kalau tidak pernah mendengar “Titi Gantung“. Lokasi ini dikenal sebagai pusat belanja buku-buku bekas. Tidak hanya itu, buku-buku curian dan bajakan juga dijual bebas. Jadi tak heran bila buku-buku tersebut dijual dengan harga yang sangat miring, sehingga cocok untuk pembeli dari kelas sosial menengah ke bawah, yang tetap ingin menimba ilmu. Bayangin aja, buku sekelas Oxford Advanced Learner’s Dictionary yang harga aslinya 300 ribuan bisa dijual dengan harga 85 ribuan. Itu pun belum ditawar, kalo dah ditawar, bisa turun lagi. Ck.. ck.. ck..

Kata “Titi Gantung”, berasal dari lokasi tempat berjualan buku-buku tersebut, sebuah jembatan diatas rel kereta api. Lokasi ini bersebelahan dengan stasiun kereta api Medan. Jembatan yang seyogyanya digunakan untuk menyeberangi rel kereta api ini entah kenapa bisa menjadi lapak tempat berjualan buku. Hingga beberapa tahun yang lalu (Saya lupa kapan tepatnya), lokasi berjualan dipindahkan ke lapangan Merdeka, yang terletak di depan stasiun kereta api Medan. Sehingga mereka “resmi” menjadi penghuni lapangan Merdeka. Kondisi mereka jauh lebih baik karena telah disediakan kios-kios untuk berjualan. Walaupun kecil, tetapi lebih nyaman dipandang mata dibandingkan berdesak-desakan di titi gantung. Bagaimana dengan nama? Sebagian tetap setia dengan “Titi Gantung’, sebagian mengatakan “Lapangan Merdeka”.

Selain surga bagi pembeli buku, Titi Gantung juga surga bagi orang-orang yang butuh uang cepat. Para penjual buku di Titi Gantung juga bersedia membeli buku dari orang-orang yang ingin menjual bukunya, baik itu buku bekas atau buku orang lain (alias curian). Pernah suatu ketika, seorang dosen USU (Universitas Sumatera Utara), iseng mencari-cari buku di Titi Gantung. Pada saat melihat-lihat buku yang ingin dibelinya, eh, ada stempel “Milik Perpustakaan USU”. Gedubrak!

Bagi yang ingin berbelanja di Titi Gantung, ada beberapa tips yang perlu diingat. Pertama, jangan mencari buku di satu tempat. Bila di tempat pertama harga buku tidak sesuai dengan kantong, cobalah ke kios lain. Bandingkan satu kios dengan kios yang lain. Perbedaan harga yang jauh sangat mungkin terjadi. Kedua, setelah membanding-bandingkan, dan merasa pada kios terakhir harga lebih murah, jangan segan-segan untuk menawar lebih dari setengah harga. Bila kuat beradu mulut dengan penjual (plus muka tembok tentunya), anda bisa mendapat buku dengan harga yang murah. Ketiga, jangan terkejut bila harga awal yang ditawarkan penjual murah menurut anda. Pasang wajah kecewa, dan jangan lupa untuk menawar. Ingat prinsip berbelanja di Titi Gantung, anda bisa mendapat buku dengan harga jauh lebih murah daripada yang ditawarkan. Keempat, usahakan berpakaian sederhana. Terlalu rapi atau menonjolkan perhiasan akan membuat anda disangka orang yang rela mengeluarkan banyak duit, sehingga harga buku bisa jauh lebih mahal. Ujung-ujungnya sulit untuk menawar dengan harga yang murah. Dan jangan pula berpakaian compang-camping, nanti anda disangka pengemis. Hehehe… Kelima, rata-rata buku-buku yang tebal (± 6cm) dapat dibeli dengan harga 50 ribuan. Jangan tertipu bila mereka menjualnya lebih dari seratus ribu. Kalo iya, mending cari di kios lain deh. Keenam, pura-pura mencari ke kios yang lain merupakan trik pamungkas agar harga bisa turun sesuai kemauan kita. Kalo ga dipanggil ama penjualnya ya…, cari kios lain dunkz… kalo balik lagi kan malu.. Ketujuh, kunci ganda kendaraan anda, karena suasana “magis” Titi Gantung membuat anda melupakan sejenak kendaraan anda.

Random Posts

Loading…

Related posts:
  1. Mengapa Tetap Memilih Software Bajakan?
  2. Mengurangi Penggunaan Software Bajakan
  3. BBM Turun Lagi
  4. Tips Menyiasati ‘Hobi’ Belanja
  5. Harga Premium Turun Mulai Hari Ini
  6. Minyak Goreng Oplosan
  7. Daftar Software Bajakan yang Masih Kugunakan

Tags: , ,

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>