Sistem Operasi GarudaOne Menuju Kemandirian TI Nasional? Benarkah?

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Beberapa hari yang lalu teman sekantor pada heboh sistem operasi baru buatan anak negeri. Begitu juga dengan kaskus. Namanya GarudaOne. Filosofi yang dianutnya adalah GO Legal, GO Local & Go Liberty. Sistem operasi ini sebenernya bukan murni buatan anak negeri sih. Cuma pengembangan dari sistem operasi yang sudah ada yaitu Linux. Tepatnya distro PCLinuxOS.

Dari situs GarudaONe, mereka mengklaim bahwa Hari Kebangkitan Nasional 2011 merupakan saat yang tepat untuk kebangkitan TI Nasional. Menurut mereka untuk menuju kemandirian (TI) Indonesia diperlukan empat kemandirian di bawah ini:

  • Kemandirian Software. Beralih dari software bajakan ke software legal kreasi lokal, dalam hal ini kita bisa mendukung penggunaan sistem operasi lokal GARUDA sebagai pengganti OS bajakan.
  • Kemandirian Hardware. Menghindari pengadaan hardware yang tidak / belum mendukung software lokal. Jika Anda sebagai vendor hardware, mulailah untuk mendukung software lokal.
  • Kemandirian Game. Menghindari bermain game (online) yang tidak / belum mendukung software lokal. Jika Anda vendor game online, mulailah untuk mendukung software lokal.
  • Kemandirian Dokumen. Beralih menggunakan dokumen dengan format SNI (Standard Nasional Indonesia), yaitu Open Document Format (ODF) yang merupakan default format dokumen GARUDA.

Yang mau kutanggapi:
Apakah dengan menggunakan distro lain seperti Ubuntu kita tidak dapat menuju kemandirian TI Indonesia? Toh software yang digunakan tetap bukan buatan lokal, misalnya Libre Office atau OpenOffice, Inkscape, GIMP. Kalo menggunakan GarudaOne, kemandiriannya darimana?

Untuk hardware, apa ada vendor hardware di Indonesia? Apa maksudnya produsen laptop dan PC? Sama seperti tanggapanku di atas, toh softwarenya belum buatan lokal.

Kenapa ada kemandirian Game? Kenapa tidak kemandirian pendidikan? Apakah game lebih penting dari pendidikan? Apakah pendidikan tidak masuk hitungan? Apakah dengan game kita dapat menuju kemandirian (TI) Indonesia?

Menurutku kemandirian TI yang bisa kita lakukan masih berupa 3rd party software alias software pendukung. Misalnya untuk membuat aplikasi POS, pajak, rumah sakit, klinik dan semacamnya.

Bukannya apatis, tapi gembar gembor kek gini uda sering banget. Teringat dulu sistem operasi pengembangan dari linux yang digagas oleh pemerintah, IGOS. Nasibnya gimana? Cuman anget di awal. Selanjutnya ga dipake. Kemudian juga muncul varian baru kreasi anak negeri. Namanya blankOn. Menurut kabar yang beredar, instalasinya mirip banget ama salah satu distro linux. Cuman ganti-ganti nama doang…

Gimana dengan Garuda OS ini? Apakah mo ngikut para pendahulunya? Tidur di liang kubur? Terpuruk di bawah kekuasaan windows yang makin tak terbendung. Atau cuman sekedar ganti skin ama wallpaper biar tampak beda? Biar keliatan keren diberilah namanya Garuda. Terinspirasi dari Garuda di Dadaku kali ya?

Ah entahlah, GarudaOne ini tak sedikit pun membuatku bergeming. Melihat spesifikasinya, yang katanya lengkap (padahal distro-distro linux yang laen juga nawarin hal yang sama), sepertinya biasa saja. Apa akibat hal-hal yang biasa tersebut? Jadi gada bedanya ama distro yang laen. Dan akhirnya? Berakhir di tong sampah. Kejam kali bah kata-katanya. Ya memang kejam…

Bukannya sepele ama kreasi anak bangsa, tapi sepertinya kita butuh sedikit sentuhan yang berbeda. Misalnya GarudaOne khusus anak sekolah. Disitu disediakan aplikasi yang diperlukan untuk anak sekolah. Misalnya openoffice dengan desktop yang gak terlalu berat seperti GNOME. Kemudian disediakan aplikasi tabel periodik, atau kamus indonesia/inggris, dan lain-lain. Lebih spesifik. Atau bisa juga aplikasi khusus untuk lab komputer. Tentu dilengkapi dengan aplikasi seperti net support yang mendukung proses belajar mengajar.

Jadi bukannya adu lengkap. Karena memang tidak ada yang sangat lengkap dan tidak ada pula pengguna yang begitu “lengkap” sehingga memakai semua aplikasi yang diinstal. Sekarang jamannya efisiensi. Kalo bisa menggunakan resource yang sedikit kenapa harus boros? Lihat saja Ubuntu. Populer bukan karena paling lengkap. Tetapi karena lebih ringkas. Bila perlu aplikasi tambahan baru kita cari. Itupun ga sulit. Ada repositori yang menyediakan beribu aplikasi yang diperlukan. Tak perlu “lengkap” dalam satu DVD.

Atau mungkin si pengembang bisa membuat sistem operasinya lebih kenceng? Hemat memori dan sebagainya. Itu bisa jadi nilai tambah. Talk’s cheap! Emang bener :D Tapi sebaiknya kita mikirin inovasi-inovasi yang lebih baru dibandingkan hanya menjadi follower.

Mungkin ide-ide diatas adalah ide yang sederhana. Ya jika teman-teman punya ide yang lebih brilian, kenapa enggak. Mungkin suatu saat nanti ada pengembang sistem operasi yang membaca dan bersedia mewujudkan mimpi-mimpi kita yang belum terpenuhi. Kenapa tidak?

Bagi yang tertarik ama GarudaOne bisa download di: http://www.garudaone.com/garuda-os/download-garuda/

Kebutuhan perangkat keras untuk menjalankan GarudaOne, fitur dan program yang didukung bisa dilihat di sini: http://www.garudaone.com/event/garuda-os-sistem-operasi-lokal-untuk-kebangkitan-nasional-ti-indonesia/

Maju terus GarudaOne dan kutunggu inovasi-inovasi terbaru! Semoga sukses!

Random Posts

Loading…

Related posts:
  1. Garuda di Dadaku
  2. UbuntuME (Muslim Edition)
  3. Mengurangi Penggunaan Software Bajakan
  4. Ulasan Keluarga *buntu (Ubuntu-Kubuntu-Edubuntu)
  5. Mengapa Tetap Memilih Software Bajakan?

Tags: , , , , ,

15 Responses to “Sistem Operasi GarudaOne Menuju Kemandirian TI Nasional? Benarkah?”

  1. OS ini memang masih di nilai kontroversial, jadi kalo belum dicoba ya begitulah :P

  2. Iya sih di testimoni juga pro dan kontra masalah pencantuman Copyright. Klo menurut saya klo tetap individual begini lama lama nanti per provinsi punya Varian Distro Linuxnya sendiri. Kenapa semua developer BlankOn, IGOS, GarudaONE dll. bernaung dibawah satu bendera saja dan mengembangkannya bersama – sama? mungkin dengan begitu bisa menjadi OS Nasional yang mungkin ‘dianjurkan’ oleh pemerintah dan memiliki nilai plus dibanding Distro distro lain yang sudah terkenal. Mungkin dengan adanya word editor khas Indonesia dll.

  3. @graha
    Ya, bisa jadi seperti itu. Mencontoh negara Jerman yang merekomendasikan penggunaan Linux SuSe.

  4. satu hal yang lucu dari garudaone, open source namun tertutup atau terkesan menutup-nutupi…, berbagi sedikit “ilmu” ke komunitas distro asalnya saja tidak…

    dan forum garudaone juga tertutup.., musti jadi member dahulu.. :lol:

    dan terlepas apapun distribusi atau sistem operasinya… yang penting “right tool for the right job”

  5. @cidtux
    Mo jadi penulis bukunya jg mesti pake garudaone dulu :D

    padahal yg ditulis jg bukan garudaone-nya, melainkan libreoffice, gimp, dll. tp ya mungkin itu kan kebijakan mereka.

  6. setelah melihat ini:
    http://a6.sphotos.ak.fbcdn.net.....8479_n.jpg

    gimana tanggapan anda dengan garuda one, bill reynolds adalah yang punya PCLinuxOS…

    jadi jelek dah indonesia dipandangan luar…

  7. @cidtux
    wow… uda dikasi tau ke official garudaone belum? gimana tanggapan mereka tuh? Memang sih, kalo cuma sekedar “remastering” jadi mirip ama distro yang laen, gada istimewanya.

  8. yang jelas komunitas pclinuxos indonesia yang ane kelola kena cap buruk juga… :(, maka langsung aja ane kontak bang bill reynolds untuk klarifikasi… :(, niatnya mengharumkan bangsa, malah jadi bikin malu, dan merugikan yang lain.. :(

  9. @cidtux
    sabar ya bro… ane uda kasi tau ke garudaone kok

  10. haha garudaone.. ngaku2in orang punya..
    btw blognya keren bro

  11. Klo mnrt ane,dipikir secara positif.
    Itu ditujukn khusus u/ org2 awam yg biasa pkai Window$ (asli maupun bajakan).
    Klo org yg biasa pkai Linux,psti sdh tau itu remaster dr distro apa.
    Nah,dg cara tsb,mngkn akan “lebih” menarik perhatian para pngguna Window$ ini. :D

  12. Wew, ternyata blog ini dofollow.
    Pdhl, ane lp klo prnh komentar d sni. & wktu itu jg g’ ada niat lain (sprt ingin meningkatkn rank site, dsb.) selain cuma ingin b’komentar. :D
    Maaf klo OOT. :malu:

  13. numpang coment gan……., :))…

  14. It’s so nice post. This is Essential information useful. It’s have very most impressive information and Everyone has different skills and in passions . I really enjoyed this blog you should continue do like this blog.

  15. This so nice post.And interesting post .

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>