Sial kali awak bah!
Bermula dari tanggal 30 Januari 2008 sore, aku ditugasin membuat aplikasi untuk menyimpan data-data tentang kerjasama tempat aku bekerja. Ga dari nol sih, cuman clone + edit dari aplikasi yang udah ada. Karena tugas ini, aku jadi lembur. Pekerjaan selesai sekitar jam 10an. Kira-kira jam setengah 11an aku pulang. Bukan di sini sialnya, baca deh kelanjutannya.
Rintik-rintik mulai terasa saat baru meninggalkan gerbang kantor. Ujan mulai deras pas aku nyampe gerbang kampus. Aku berteduh sesaat sambil mengenakan jas ujan. Niat ku kembali ke kantor untuk mengganti sepatu dengan sendal jepit. Ujan ku tebas demi mengamankan sepatu dari hujan. Setibanya di kantor, gerbang sudah dikunci dan ga da harapan untuk manggil penjaga buat ngebukain gemboknya. Wal hasil, aku pulang ke rumah ujan-ujanan, air ujan tembus dikit-dikit walopun aku pake jas ujan, dan yang pasti sepatuku penuh dengan air.
Berlanjut ke pagi hari, tanggal 31 Januari 2008, keretaku (sebutan orang Medan untuk sepeda motor) jatuh tanpa sebab setelah sebelumnya ku parkirkan ga jauh di dekatku. Asli bro, ga da ujan, ga da petir, en ga da angin!
Belum seberapa, siangnya aku mo makan ke tempat sepupu. Biasanya sih ada makanan. Tebak ndiri deh kelanjutannya.. :(
Malemnya nih, kira-kira abis magrib lah, perut uda keroncongan karena ransum siang ga memadai. Aku baru pulang dari kantor, en rencananya mo bales dendam. Kebetulan, ada roti jala. Biarin aja la ga nasi, roti jala juga oke. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Kuah kare yang mestinya menjadi penyedap si roti jala, rasanya kurang pas. Bumbunya kurang! Budeku, sang koki kare tersebut, sedang ngobatin pasiennya (kayak lagu dangdut yang dinyanyiin Alam yah…hihihi…). Terpaksa lah nunggu mpe selesai. Padahal perut uda keroncongan!
Ga berhenti ampe disitu, pas malam pergantian tahun, rencananya aku mo ngumpul ama kawan-kawan. Kereta kunyalain, siap meluncur ke TKP. Dewi Fortuna kayaknya lagi musuhan ama aku. Mesin kereta mogok di tengah jalan. Ku coba mengengkol lagi, ga bisa. Lagi, masih ga bisa. Lagi, tetap ga bisa. Di tengah keputusasaanku, salah satu sohibku, bang bayou, nelpon nanyain kok aku belum datang. Kujelaskan situasiku. Dan ditengah-tengah pembicaraan kami, ternyata Dewi Fortuna belum puas juga, hujan turun dengan derasnya!
Sial kali awak bah!
Random Posts
Loading…
Tags: My Life













Leave a Reply