Dari seorang teman di Facebook (dia dapet dari milis):
(This is very IMPORTANT for those of you who has little knowledge about Autism)
Siang itu aku sibuk membaca buku resep makanan khusus untuk anak autistik. Ya, Anakku memang tidak bisa makan sembarang makanan. Salah-salah… anakku bisa berputar-putar seperti gasing jika ada zat dalam makananya yang tidak cocok untuk dikonsumsi oleh anakku.
Ditangan sebelah kiri, ada buku Food diary anakku… yang aku tulis sejak pertama kali dia kuperkenalkan pada makanan padat… berisi apa saja yang dia cocok untuk tubuhnya,… reaksi alergynya dan mana saja makanan yang tidak cocok dan menyebabkan dia overwhelmed. Kebayang gak?…Di usia 4 bulan misalnya, kuberikan jeruk bayi pada anakku,… Eh, gak lama kemudian dia muntah dan seluruh tubuhnya seperti dipenuhi… ULAT BULU… hiiii…
Pernah aku beri dia tomat. Tapi kemudian, berhari-hari dia diare dan uring-uringan. Kuberi dia susu instant,… anakku malah jingkrak2, Mengepak-ngepakkan tangannya, persis seperti orang gila!!! Dia berputar-putar tanpa merasa lelah,… dan kemudian mengamuk ketika tidak mengerti bagaimana cara mengendalikan tubuhnya yang tidak mau diam.
Ahhh, sudahlah… life must go on anyway. Kulirik sekali lagi food diarynya… hmm, hari ini aku harus mencoba memberinya 5ml putih telur tanpa kuningnya, karena 7 hari yg lalu, dia sudah sedikit kebal ketika kukenalkan pada telur ayam ini. Baru saja hendak memasak, tiba2 kudengar jeritannya…Kucari anakku, tapi tidak kutemukan.
Aku keruang setrika… dan disana kutemukan anakku sedang nangkring diatas lemari, dengan setrika panas yang baru saja dicabut oleh BS-nya karena kupanggil untuk membantuku memasak. Setrika panas ini masih nempel diatas punggung tangan kirinya.!!!
Oh… My… God!!! *panik*
Dari punggung tangannya mengepul asap. Bau daging panggang begitu segar menempel dihidungku. Kuangkat setrika itu dari tangannya… dan, aduh Tuhan, aku tidak kuat melihatnya. Sebagian dagingnya menempel dibalik gosokan panas itu… :(( :(( :((
AAAAAARRRRGGGHHHH…
Sumpah kalau saja ini bukan anakku,… Aku pasti sudah mati berdiri karena ketakutan… Melihat daging dari punggung tangannya, yang menempel pada setrika itu… itu sudah berubah menjadi putih kekuningan… Dan luka di tangannya… juga sudah berubah menjadi putih seperti daging ayam matang :((
Aku menjerit sekencang-kencangny a… Kupanggil Baby sitternya yang tadi aku suruh untuk membantuku didapur… lalu dengan kesetanan, ku kebut mobilku ke UGD Rumah Sakit, untuk dirawat secara intensif. Begitu anakku segera tertangani… tiba2 aku kehilangan seluruh tenagaku.
AKU PINGSAN!!!
* * *
Hari itu, lagi-lagi aku sedang mempersiapkan makanannya. Memang, Khusus untuk makanannya, aku memutuskan untuk memasak sendiri, karena hanya aku yang tahu berapa gram atau mililiter… porsi makanan yang masih bisa ditoleransi oleh tubuh anakku.
Sedang membersihkan kompor yang kecipratan makanan… tiba-tiba, lagi-lagi kudengar bunyi benda jatuh. GEDEBUK!!!…Buru-buru kucari sumber suara itu, memastikan bahwa itu bukan anakku…
Damn. Oh Tuhan… lagi-lagi anakku, dia baru saja terjatuh dan sepertinya kepalanya terantuk pada pinggir tembok, sehingga kepala sobek dan berdarah. Dia masih berusaha berdiri, meskipun sempoyongan…. Dan sambil berjalan, dial menggaruk luka di kepalanya yang bocor… Sementara darahnya terus aja mengucur deras, tepat di belakang otak kecilnya.
Tangannya berlumuran darah… Punggung bajunya pun juga sudah berubah menjadi merah oleh darah. Tapi dia tidak menangis… Dia hanya berjalan sambil menggaruk luka menganga yang ada dibelakang kepalanya. Aku menjeritttt sekuat2nya. Kepalanya kututupi dengan lap kompor yang tadi aku pegang.
Tapi itupun gak lama… karena dalam sekejap, lap kompor itu sudah berubah menjadi merah kehitaman. Aku berteriak panik,… “mbak, minta handuk… handuk…CEPATTTT!!!” Dan lagi2 kukebut mobilku ke rumah sakit, langsung menuju UGD. Disana, dokter yang sudah terbiasa menangani anakku sudah siap menunggu dan segera menjahit kepala anakku.
Dia tidak menangis… hanya minta sesuatu yang bulat untuk dia pegang. Dan setelah dijahit dengan 8 (delapan) jahitan… Hatikupun sedikit lega. Seluruh persendianku serasa dicopot dari tubuhku, dan tanpa sadar…Lagi-lagi aku…PINGSAN..
* * *
Terlalu banyak cerita haru dan berurai airmata yang kami harus jalani. Berkali-kali jantung kami harus terpacu 100x lipat manakala mereka melakukan hal-hal yang tanpa mereka sadari mencelakai diri mereka sendiri.
Tapi ini bukan keluhan kok,… karena saya selalu sadar…. Tuhan itu ARSITEK YANG AGUNG. Karyanya tidak pernah gagal. Tidak satupun makluk yang diciptakannya, yang merupakan produk gagal Jadi ketika dia menciptakan seorang bayi yang memiliki kekurangan, dia tidak pernah lupa untuk menitipkan KELEBIHAN pada anak ini.
So, buat semua orang tua, berhentilah mengeluhkan kekurangan anak kita… mari bantu mereka untuk menemukan kelebihan mareka. Anakku memang Autistik, tapi aku bangga setiap kali menceritakan bahwa anakku autis. Aku bangga setiap kali menceritakan bagaimana proses menangis berdarah-darah itu, sudah Tuhan rubah menjadi Senyum sukacita dan bangga yang luar biasa.
Selalu ada haru yang menyesakkan dadaku, manakala mendengarkan tangan2 mungilnya menari2 dengan lincah diatas tuts2 piano,… mendengarnya bercakap2 dalam bahasa Inggris,… seolah yang kudegar ini adalah anak bule asli… yang nyasar dalam tubuh putriku.
Namun, dibalik itu… Walaupun bangga… selalu tersisa rasa risih dan tidak nyaman, kalau tidak ingin dibilang tersinggung… manakala mendengar orang-orang bercanda dengan menggunakan kata “Autis”.
Minggu yang lalu sahabat saya menyelenggarakan pesta ultah disebuah resto terkenal, salah satu teman kami, sibuk dengan BB-nya, sehingga teman yang lain menegur begini…
“Tuh,… liat tuh sill… autis banget khan dia…? KAYAK ANAK LOE khan?… Loe marahin deh Sil… marahin Sil… Coba loe terapi dulu nih dia,… biar sembuh kayak anak loe”
Dan semua lalu tertawa terbahak-bahak…
Saya??? hmmm… Cuma bisa senyum kecut, karena tidak ingin merusak suasana Pesta Ulang Tahun sahabat saya… *doh*
Well, saya tahu mereka hanya bercanda, namun biar bagaimanapun,… Saya sudah merasakan dan tahu betul sulitnya membesarkan anak autistik.
Semoga artikel ini semakin mencerahkan teman-teman mengapa orang sepertinya terlalu over campaign dengan gerakan “Stop Using Autism on our daily jokes” ini. Semoga berkenan.
=Written by A mother of an Authistic Child=
NB:
Gak cuma kata “Autis” aja, menurutku kata-kata lain yang merendahkan orang laen juga gak boleh dipake untuk bercanda. Semoga kita lebih bijak dalam bertutur kata…
Random Posts
Loading…

(5 votes, average: 4.40 out of 5)











July 24th, 2009 at 2:05 pm
artikelnya menyentuh banget…saya salut dengan kesabarannya.
July 27th, 2009 at 4:29 pm
luar biasa…
August 10th, 2009 at 5:14 pm
Kalau lah pernah berdekatan atau berkecimpung di dunia autis barang semingguuuu saja.. anda akan tahu betapa luar biasanya anak autis ini..
Sayang sekali sebagian orang menganggap sebagai ejekan..
Anak autis jika dia suka berlari maka dia akan berlari terusss tanpa lelah
Jika suka memukul maka dia akan memukul sekuat nya tanpa rasa sakit..
Dia ada di dunia sendiri…
Cobalah mengerti mengenai kehidupan mereka maka anda akan terpana..
August 23rd, 2009 at 8:28 am
Mereka nggak tau autis seperti apa dan tidak merasakan suka duka membesarkan anak autis. Sabar ya Bu…kita harus tetap tegar dan tepuk dada telah dititipkan anak spesial ini…
Salam..
August 28th, 2009 at 9:44 pm
jangan menyerah!
September 9th, 2009 at 1:47 pm
kita sama mbak, diberi kepercayaan oleh Allah SWT untuk dititipi anak super spesial. mengetahui buah hati yang super spesial ini, awalnya kami sangat terpukul, tapi itu dulu. sekarang, hampir setiap hari kami menemukan sesuatu yang menggembirakan (mungkin buat orang tua umumnya itu cuma hal kecil yang biasa-biasa aja) tapi tidak buat kami. sekecil apapun kemajuan yang terjadi adalah sesuatu yang patut untuk disyukuri dan dirayakan (tiap hari pesta dong :-)).
kemarin dia pulang dari sekolah dengan membawa hasil ulangan yang nilainya 8,5 (surprise euy, sejarah baru terjadi). memang ada sedikit kegelisahan juga ketika mendengar cerita lanjutannya, konon temen2nya pada gak percaya dan curiga itu hasil cotekan, tapi kami sangat percaya anak super spesial ini tidak bisa nyontek dan mereka adalah manusia-manusia jujur yang diturunkan Allah SWT.
September 24th, 2009 at 10:26 pm
terharuuu,,merinding..
saya boleh repost ga?
September 26th, 2009 at 12:14 am
@oyin
boleh aja bro, aq jg repost kok.. hehehe… :)
December 12th, 2009 at 4:36 pm
hmm…. kadang2 manusia terasa kejem bgt ya
September 15th, 2010 at 8:57 pm
Wow keren! Saya merasakan apa yang ibu rasakan… :)
December 6th, 2010 at 3:59 pm
izin share
February 17th, 2011 at 1:58 pm
Sangat terharu membaca tulisannya mba. Saya juga memiliki anak dengan kebutuhan khusus, tapi mungkin masih lebih ringan. Memang rasanya menyedihkan sekali ketika anak kita dijadikan lelucon oleh orang lain. Semoga mba akan memetik hasil yang baik dari kekuatan mba dalam mendidik anak nya.
February 17th, 2011 at 2:49 pm
thx Mbak for sharing, it’s an inspiration
February 19th, 2011 at 2:30 pm
Thanx for the touching story..
March 3rd, 2011 at 12:19 pm
Mulai hari ini saya berjanji tidak akan merendahkan orang lain dengan kata ‘autis’
(Sorry sebelumnya sering banget, insaf deh T.T)
March 3rd, 2011 at 9:56 pm
Wah ceritanya sangat mendebarkan dan sangat menarik..
Thanks udah sharing…
March 5th, 2011 at 11:26 am
Gak pernah gak terharu baca cerita mbak Silly ini ^^
March 28th, 2011 at 11:15 am
setuju banget dg ucapan mbak tu
jgn dg satu kata itu saja tp dg smua kata
karena smua manusia adalah sama d mata Tuhan
g’ da bedanya
kl mo beda mndg cr aja ndiri dunia milik ndiri
y isilanya jadi raja ndiri dan jadi warga ndiri
alias smua yg dilakukan lakukan sendiri
q setuju dg ucapan mbak
April 4th, 2011 at 10:40 pm
ijin share lg mas.. thanks :)
April 8th, 2011 at 9:00 pm
menyentuh bangetttt ….. :((
April 9th, 2011 at 4:52 pm
Kebetulan kita diberikan anugrah yg sama oleh Allah SWT….sekarang putri sudah mulai remaja….sebentar lg akan ke SMA…ternyata sangat sulit mencari sekolah yg mau menerima anak dg kondisi.
InsyaAllah dengan kesabaran kita…kita bisa mendidik anak2 yg istimewa ini dengan lebih baik..Amin
April 21st, 2011 at 8:34 am
becandanya keterlaluan de.
October 30th, 2011 at 8:17 pm
Ijin repost di fb ane ya gan :)
December 21st, 2011 at 3:13 pm
Aq nangis bro baca tulisan ini….
Setiap kesabaran pasti menuai hasil, dan setiap ketabahan pasti ada karunia di dalamnya. Ijin repost mbak.