Alunan musik dari OST Haven membuyarkan konsentrasi pada pekerjaanku (update status fb, twitteran, buka youtube :P). Kuliat yang siapa sang penelepon tersebut. Ternyata Zaky Akber. Singkat kata, Zaky ingin membicarakan sesuatu denganku.
Inti dari pembicaraan tersebut adalah, ia dan kawan-kawan ingin membuat sesuatu yang seru-seru di tahun 2012 ini. Selain seru, tentu saja mesti berguna dan positif. Nah, dia mengajakku turut serta dalam proyek pro-bono ini (maksudnya proyek tanpa bayaran :D). Ku OK kan karena menurutku idenya menarik.
Berdasarkan beberapa pertemuan kami, disetujuilah bahwa akan dibuat sebuah media online untuk menyebarkan informasi positif mengenai Indonesia keseluruh dunia. Nah, oleh sebab itulah muncul nama Sebarkan! Indonesia yang beralamat di www.sebarkan.com. Nantinya media ini juga menyediakan e-magazine yang sampe sekarang belum kelar karena kru sebarkan kekurangan waktu (disebabkan karena kegiatan sehari-hari). Rencana ke depan, ada majalah dalam bentuk fisik yang akan dibagikan gratis.
Tags: e-magazine, Gratis, iklan, Indonesia, majalah, sebarkan, sebarkandotcom
Seperti yang kita ketahui bersama (bagi yang belum tahu baca ini!), Joomla merupakan salah satu web CMS yang populer selain WordPress atau Drupal. Banyak pihak yang menggunakan Joomla untuk membangun sebuah situs siap pakai. Karena banyak yang berprinsip kenapa mesti membuat dari nol apabila ada yang sudah jadi?
Joomla merupakan salah satu produk open source, dan seperti juga produk-produk IT lainnya, rentan terhadap serangan-serangan iseng para hacker (Tiada 100% aman di dunia IT). Karena kodenya dapat dilihat oleh siapa saja, hal ini menjadi salah satu kelemahannya sehingga dapat diketahui celah keamanan yang berpotensi untuk disusupi. Tetapi, hal ini juga menjadi keuntungan karena siapa saja dapat memperbaiki celah tersebut. Seperti pada kasus celah keamanan pada token di Joomla 1.5, beberapa programmer telah mengeluarkan cara untuk memperbaiki celah tersebut sebelum pihak Joomla mengeluarkan rilis resmi.
Pada beberapa kasus, beberapa web Joomla dapat di-deface sekaligus. Hal ini dapat terjadi pada Joomla yang belum di-update. Beberapa web Joomla tersebut biasanya di-scan menggunakan Google. Darimana mereka tahu mana web yang dibuat menggunakan Joomla dan yang tidak? Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan melihat generator pada halaman web.
Joomla telah mengembangkan sebuah web CMS yang luar biasa. Jadi wajar saja bila pengembangnya meletakkan “tanda tangan” pada hasil karyanya. Tanda tangan tersebut adalah meta tag generator yang diletakkan di dalam tag head. Buka salah satu web Joomla (contoh: www.joomla.org), dan lihat kode-nya (Ctrl + U). Di bawah robot terdapat meta tag generator=”Joomla! 1.5 – Open Source Content Management”. Dari meta tag tersebut kita mengetahui bahwa website joomla.org menggunakan Joomla versi 1.5.
Contoh meta tag generator untuk Joomla 1.7:
<meta name="generator" content="Joomla! 1.7 - Open Source Content Management" />
Menghilangkan generator ini tidak direkomendasikan walaupun tidak dilarang, karena mempertahankan generator merupakan salah satu penghargaan pengguna terhadap jerih payah pengembang Joomla. Tetappiii…… demi alasan keamanan (halah, paling malu karena ketauan pake Joomla ama klien :D), untuk menghilangkannya dapat dilakukan dengan beberapa langkah mudah.
Caranya:
1. Buka file head.php di direktori <instalasi joomla>/libraries/joomla/document/html/renderer/
2. Hapus atau tambahkan tanda komentar (//) di depan baris ke-91.
Sebelum diberi komentar:
$buffer .= $tab.'<meta name="generator" content="'.htmlspecialchars($document->getGenerator()).'" />'.$lnEnd;
Setelah diberi komentar:
//$buffer .= $tab.'<meta name="generator" content="'.htmlspecialchars($document->getGenerator()).'" />'.$lnEnd;
Alternatif lain, untuk mempertahankan metadata generator tetapi ingin merubah isinya, cukup ikuti beberapa langkah singkat berikut:
1. Buka file document.php di direktori <instalasi joomla>/libraries/joomla/document/
2. Ubah variabel $_generator di baris ke-78 menjadi apapun yang anda sukai.
Sebelum diubah:
public $_generator = 'Joomla 1.7 - Content Management System';
Setelah diubah:
public $_generator = 'Dagu punya web nih :D';
Gimana? Udah gatal untuk mengubah generator web Joomla anda? Semoga bermanfaat… :D
Seorang pembaca blogku, adisp007 mengomentari artikel tentang Mengurangi Software Bajakan yang kubuat dan meminta pendapat mengenai rencana Menkominfo Tifatul Semriwingbiring yang akan menutup situs penyedia MP3 ilegal. Karena komentarku agak panjang, jadilah kubuat aja artikel baru, sekalian mengisi kekosongan aktivitas blogging.
Menurutku, seharusnya musisi senang lagunya bisa diunduh dari Internet. dengan begitu mereka bisa jadi lebih terkenal. Liat aja Saykoji, yang lagu online-nya terkenal lebih dulu dikalangan netter yang uda ngunduh lagunya, bukan dari tipi atau radio. Kalo bicara soal kerugian, yang pantas diberantas itu adalah orang yang jual mp3 bajakan. Krn dia jual mp3 tanpa ngasi royalti ke pencipta lagu/penyanyi, bukan yang cuma download untuk konsumsi pribadi.
Sampe kapan pun pasti ada aja celah untuk mengunduh mp3 dari Internet, jadi sia-sia memblokirnya. Berantas aja toke yang jual CD mp3/musik/film bajakan. Mereka yang sesungguhnya merugikan, bukan para pengunduh. Bandingkan aja berapa jumlah pengunduh sama jumlah CD mp3 yang dijual pembajak.
Gini itunganku:
Kalo orang mengunduh mp3 dari Internet, percayalah, paling satu atau dua lagu, tergantung lagu yang dia suka. Jarang yang mengunduh satu album. Alasannya: karena memang mungkin ga suka lagu laennya atau karena koneksi yang lemot. Bandingkan dengan penjual CD mp3 bajakan, di dalamnya terdapat lebih kurang 175 lagu (dengan asumsi 1 mp3 = 4 MB). 1 CD tersebut paling mahal dihargai 5000. Sederhananya, daripada mengunduh 1 album tapi lamanya minta ampun (asumsi 1 album = 10 lagu, jika masing-masing lagu sebesar 4MB, maka 1 album = 40MB), mending ngeluarin duit 5000 tapi uda dapat semua. Ya kan?
Jadi, mana yang PANTAS distop? yang hobi mengunduh (hanya satu atau dua lagu) atau penyedia CD bajakan?
Ada banyak cara untuk mengetahui hasil ujian SNMPTN 2011 yang dilaksanakan kira-kira sebulan yang lalu. Bisa dari web SNMPTN maupun dari masing-masing web universitas. Salah satunya web USU yang tercinta. Akses dari web resmi yang ditunjuk oleh panitia SNMPTN terasa begitu lambat. Bahkan error! Maklumlah, diakses dari puluhan ribu orang yang penasaran… :D
Kalo mau liat dari web SNMPTN: http://snmptn.its.ac.id
Yang aksesnya lebih cepat di UI: http://snmptn.ui.ac.id
Kalo mau liat yang lulus SNMPTN khusus penerimaan mahasiswa di USU: http://www.usu.ac.id/snmptn2011
Good luck!
Tags: Hasil Ujian, SNMPTN, ujian
Beberapa hari yang lalu teman sekantor pada heboh sistem operasi baru buatan anak negeri. Begitu juga dengan kaskus. Namanya GarudaOne. Filosofi yang dianutnya adalah GO Legal, GO Local & Go Liberty. Sistem operasi ini sebenernya bukan murni buatan anak negeri sih. Cuma pengembangan dari sistem operasi yang sudah ada yaitu Linux. Tepatnya distro PCLinuxOS.
Dari situs GarudaONe, mereka mengklaim bahwa Hari Kebangkitan Nasional 2011 merupakan saat yang tepat untuk kebangkitan TI Nasional. Menurut mereka untuk menuju kemandirian (TI) Indonesia diperlukan empat kemandirian di bawah ini:
- Kemandirian Software. Beralih dari software bajakan ke software legal kreasi lokal, dalam hal ini kita bisa mendukung penggunaan sistem operasi lokal GARUDA sebagai pengganti OS bajakan.
- Kemandirian Hardware. Menghindari pengadaan hardware yang tidak / belum mendukung software lokal. Jika Anda sebagai vendor hardware, mulailah untuk mendukung software lokal.
- Kemandirian Game. Menghindari bermain game (online) yang tidak / belum mendukung software lokal. Jika Anda vendor game online, mulailah untuk mendukung software lokal.
- Kemandirian Dokumen. Beralih menggunakan dokumen dengan format SNI (Standard Nasional Indonesia), yaitu Open Document Format (ODF) yang merupakan default format dokumen GARUDA.
Yang mau kutanggapi:
Apakah dengan menggunakan distro lain seperti Ubuntu kita tidak dapat menuju kemandirian TI Indonesia? Toh software yang digunakan tetap bukan buatan lokal, misalnya Libre Office atau OpenOffice, Inkscape, GIMP. Kalo menggunakan GarudaOne, kemandiriannya darimana?
Untuk hardware, apa ada vendor hardware di Indonesia? Apa maksudnya produsen laptop dan PC? Sama seperti tanggapanku di atas, toh softwarenya belum buatan lokal.
Kenapa ada kemandirian Game? Kenapa tidak kemandirian pendidikan? Apakah game lebih penting dari pendidikan? Apakah pendidikan tidak masuk hitungan? Apakah dengan game kita dapat menuju kemandirian (TI) Indonesia?
Tags: garuda, garudaone, Indonesia, Linux, open source, sistem operasi













Komentar