Studi Banding KL – Medan

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Dari pengalamanku jalan-jalan di KL, ada beberapa hal perlu dijadikan contoh oleh kota Medan. Memang tidak adil membandingkan kota sebesar KL dengan Medan. Mungkin lebih tepat KL dengan Jakarta. Tetapi berhubung aku tinggal di Medan, kubandingkanlah kedua kota tersebut. Bukankah kita sebaiknya meniru yang lebih baik, agar kita bisa menjadi jauh lebih baik? Berikut opiniku:

Jalan Raya
Di KL, jalan besar maupun jalan kecil semuanya mulus. Tidak ada lubang yang mengganggu perjalanan. Beda banget dengan Medan. Jalan besar aja bisa ada lubang, apalagi jalan kecil. Bagaimana transportasi bisa lancar kalau jalanan berlubang?

Kebersihan
Memang, tidak semua orang membuang sampah pada tempatnya di KL. Tetapi sampah yang ada kalo kuliat masih dalam taraf wajar. Di tempat umum amat sangat bersih dari sampah. Di dalam transportasi umum tidak boleh makan, minum maupun merokok. Mereka patuh dan hasilnya, suasana bersih. Kalo di Medan? Jangankan supir sudako, orang-orang kaya yang naek mobil mewah aja ga segan buang sampah sembarangan.

Transportasi
Kalo soal transportasi, mungkin lebih cocok bila dibandingkan dengan Jakarta. Transportasi di Medan memang mayan ruwet, tapi masih lebih mending daripada Jakarta yang tiada menit tanpa macet. Di KL, mungkin karena banyaknya transportasi umum seperti Bus, LRT (Light Rail Transit) atau KL Monorail, hal tersebut mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, sehingga jalanan tidak macet.

Lampu
KL atau City of Light terlihat terang benderang di malam hari. Aku jadi inget wagilam (walikota gila lampu) kita yang dipenjara gara-gara korupsi mobil pemadam kebakaran? Idenya sih keren abis, membuat kota Medan terang benderang. Mungkin idenya dari KL. Tapi sayangnya nafsu doank yang gede, tenaga kurang. Ga tau apa kemampuan PLN yang dibawah standar? Didukung oleh maraknya pencurian listrik oleh warga Medan sendiri. Ya byar pet aja la bawaannya. Lampu batman yang dulu sering diidupin malam-malam kini uda ga keliatan. Untung sekarang uda jarang matlam. Konsep “City of Light” boleh la ditiru, tapi menurutku saat ini belum perlu pohon dikasi lampu.

Random Posts

Loading…

Related posts:
  1. Medan Kali Pun: Angkot vs Penumpang
  2. Review Tabloid Baru Kota Medan: Coders
  3. Back to Medan
  4. Keling
  5. Mahasiswa Teknik Elektro USU Wakil Medan di Ajang AIMA
  6. Pagi Ini Dua Orang Marah-Marah
  7. Selamat Datang Mati Lampu

Tags:

2 Responses to “Studi Banding KL – Medan”

  1. wew, enak donk ke kuala lumpur.
    abis brp bro??
    cewek ny gmn?(cewe lg cewe lg)

  2. @Jangan Dibaca!! a.k.a. subhan
    Jalan-jalannya enak, biayanya ga enak hehehe.. abis sekitar 1.5jt. Ceweknya ga beda dg yg di Indonesia, ada mata, ada idung, ada telinga, rambut de el el…

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>