Say No to Golput!

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 4.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Pemilu tinggal dua hari lagi. Mo milih yang mana? Ya terserah. Ni lagi minggu tenang. Kita juga mesti tenang untuk bisa berpikir jernih, dari sekian banyaknya partai, mana yang akan kita pilih.

Dari artikelku yang kemaren, aku sempat menyinggung tentang golput. Golput adalah Golongan Putih, atau mungkin lebih tepatnya (menurutku) Golongan Putus Asa yang ga punya pilihan. Alasannya macam-macam, (1) bingung ga tau milih yang mana saking banyaknya caleg/partai, (2) ga da partai/caleg yang memenuhi aspirasinya, (3) sakit hati atau kecewa dengan pemerintah (kayak Gusdur) (4) ga percaya ama wakil rakyat (5) emang ga peduli ama pemilu, (6) dipaksa golput karena ga terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap), (7) ikut-ikutan karena lagi tren.

Yang parah sih no. 4, ga percaya ama wakil rakyat. Emang sih banyak wakil rakyat yang ketauan korup. Tapi kan ga semua wakil rakyat kayak gitu. Kita mau perubahan di negara kita yang tercinta, Indonesia. Tapi kalo kita ga mau terlibat, bagaimana mungkin perubahan akan terjadi? Kita bisa melibatkan diri dengan dipilih atau memilih. Golput BUKAN PILIHAN, karena tidak nyata dan tidak dapat melakukan apa-apa. Bayangkan bila tidak ada pemimpin di suatu golongan, anggotanya pasti akan kocar-kacir.

So, masih mau GOLPUT? Golput = TIDAK MAU PERUBAHAN DI INDONESIA.

Random Posts

Loading…

Related posts:
  1. Fenomena Pemilu: Caleg Artis, DPT Palsu, Hingga Golput
  2. Pemilu: 5 Menit untuk 5 Tahun
  3. Saling Klaim Keberhasilan Menjelang Pilpres 2009
  4. Comic Strip: Where’s My Foot?

Tags: ,

10 Responses to “Say No to Golput!”

  1. Nambah dikit bang..

    gw golput bukan karena alasan2 yg abang sampaikan.

    Seharusnya dari banyaknya masyarakat yg memilih jalan golput dapat membuat PEMERINTAH untuk meningkatkan kehidupan demokrasinya, golput bisa menjadi motifasi PEMERINTAH untuk memperbaiki sistem pemilu.

    Abang bayangkan saja pas tanggal pemilu ada berapa masyarakat yang tidak berada pada daerah tempat pemilihan karena mungkin berada di luar kota si pemilih. Tidak mungkin kan nunjukin KTP Jakarta untuk ikut pemilu kalau lagi berada di Medan, walau ada surat undangan saya jamin akan tidak mudah dilakukan. (saya baru dapat undangan hari ini dapat telpon dari ortu di jakarta… so? dikirim ke medan?)

    Golput juga bisa jadi teguran untuk para politikus untuk meningkatkan kualitas dirinya. kalau gagal menunjukan kualitas pasti tahun berikutnya justru menambah banyak pasukan Golput.

    Siapa sih yang gak mau menggunakan Hak-nya jika melihat sistem pemilu yang jauh dari kecurangan dan kericuhan.

    Ingat bang pemilhan kepala daerah aja ricuuuhhhh..

    Masyarakat saja belum ngerti apa artinya Demokrasi. kampanye ricuh, mau pemekaran daerah harus makan korban. nanti ada yang jagoannya kalah malah ngamuk-ngamuk.

    Seharusnya mereka itu yg abang sebut Golongan Putus Asa.

    Tingakatkan sistem dan kualitas pemilu dan ini merupakan tanggung jawab PEMERINTAH dan masyarakat Indonesia..

    jangan bilang kami tidak mau perubahan!!!

  2. @black day on earth
    Mas black day on earth (kykny ga asing dengan “on earth” ini hahaha…) yg skrg lg d Medan… kykny bs kok milih pake KTP jkt.. dulu aku pernah milih pake KTP Medan di Dumai..

    Kalo “Masyarakat saja belum ngerti apa artinya Demokrasi. kampanye ricuh, mau pemekaran daerah harus makan korban. nanti ada yang jagoannya kalah malah ngamuk-ngamuk.” ini sih Golbut.. alias Golongan Buta…

  3. Ahhh. pura2 gak kenal aja kenapa sih bang..

    Say No to Golbut in Republik Indonesia..

  4. @black day on earth
    emang mas black ni sapa yaa?

  5. saya lbh suka menentukan pilihan daripada diem nunggu keajaiban mas :D

  6. setuju dengan kalimat penutupnya, yang niat golput (bukan yang terpaksa kaya si Parlin yah) = gak niat perubahan!

    menurutku, kalau gak mau milih karena alasan cemen di atas, berarti pas hari pemilihan, cuma duduk nengokin orang yang rela repot-repot pergi buat milih. trus kalau di depan nanti, ada caleg bermasalah atau presiden yang mengecewakan; kurasa mereka yang paling kuat merepet janda.
    “ntah kenapa pun kemarin dia yang dipilih” <– gitu kira-kira

    tapi
    kalau dia memilih, lalu pilihannya mengecewakan;
    setidaknya dia akan tergerak untuk membawa perubahan, kalau yang ini demo sekali pun, aku maklum.

  7. Ug, Yang pasti Black Day On Earth itu bukan aku yaahh..
    Nanti kau sangka aku pulak,…

  8. @topanz
    sipp

    @nich
    yup, setuju, yang penting ada niat untuk melakukan perubahan.. hidup perubahan!

    @ihatemycountry
    oo bukan kau yu? ok nama mu dicoret dari daftar tersangka… :D

    *pura2 ga kenal black day on earth mode on

  9. Aq bukan GOLPUT..
    tapi aq ngk ada pilihan untuk dipilih..
    dan aq tidak memihak GOLONGAN mananpun……………

Trackbacks/Pingbacks

  1. Comic Strip: Where’s My Foot? | It's About Dani Gunawan

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>