[Serius Mode Off]
Isu rendang sudah dipatenkan oleh Malaysia emang udah lama banget. Tapi pas lagi makan rendang pada saat Idul Fitri kemaren, isu tersebut kembali terngiang-ngiang. Bila rendang sudah dipatenkan oleh Malaysia, maka semua restoran Padang yang menyediakan rendang sebagai menu masakannya harus membayar royalti kepada Malaysia. Kalo udah gitu bakalan banyak restoran-restoran “pemberontak”. Mana mungkin mereka mau bayar royalti untuk rendang yang jelas-jelas memang dari Padang. Kemudian muncullah rendang bajakan, yaitu rendang yang dijual tetapi tidak membayar royalti kepada Malaysia. Dan muncullah isu “haram” bagi rendang bajakan. Sweeping rendang bajakan dilakukan secara berkala. Bagi restoran yang tidak dapat menunjukkan sertifikat rendang “Asli Malaysia” akan dituntut. Karena sudah tidak tahan lagi terhadap monopoli rendang “Asli Malaysia”, lahirlah sebuah komunitas anti rendang bajakan yang menciptakan Rendang Open Source. Resep rendang open source dapat diperoleh secara gratis. Membuatnya pun tidak perlu lisensi. Akhirnya pemerintah Indonesia dengan gencar mempromosikan Rendang Open Soure dan membuat sebuah resep rendang baru yaitu RIGOS (Rendang Indonesia Go Open Source).
[Serius Mode On]
Kalau mo buat rendang ya buat lah… tak perlu lah dipatenkan segala… Negara yang aneh….
:)
Random Posts
Loading…
No related posts.
Tags: Rendang













October 24th, 2007 at 1:24 pm
hahahaha Salah siapa???
sabar dulu deh, coba tanya dulu kenapa bisa begini?
secara pribadi gw melihat ini akibat dari bangsa indonesia yang tidak menghargai sejarah bangsanya sendiri. Atau bisa dibilang bangsa kita hampir melupakan sejarahnya sendiri. Lupa asal usulnya, lupa oleh para pahlawannya, lupa oleh adat istiadat, dan lupa untuk membela diri sendiri.
jangan salahkan malaysia semata, perbaiki dulu diri kita bercermin dahulu sebelum bertindak.
Se-orang indonesia babakbelur dipukul di negeri jiran, se-orang mati dipukul karena mencuri ayam di negeri sendiri.
Dulu kita berbondong bondong menuju malaysia mencari kerja menjadi kuli, pembantu, dosen dll.
Malaysia mengatakan mereka kekurangan tenaga kerja.
Kita tidak sadar bahwa sebenarnya sumberdaya malaysia pada saat itu justru dikirim ke amerika, eropa dan australia untuk menimba ilmu.
Mereka meninggalkan negeri mereka pada tenaga kerja indonesia, lihat lah gaji dosen yg bekerja di malaysia hampir 10 kali lipat dari gaji dosen yg bekerja di indonesia.
Para pekerja indonesia bangga dan membusungkan dada betapa hebatnya mereka di negeri malaysia.
SEKARANG…
Orang malaysia yang dulunya di kuliahkan ataupun dipekerjakan di amerika mereka kembali ke malaysia…
mereka mulai mengisi posisi2 yang menyebabkan orang indonesia harus menyingkir.
sekarang mereka mengatakan mereka tidak butuh pekerja indonesia…
mereka pulangkan kembali dosen2 indonesia yg puluhan tahun sudah mengajar di malaysia..
mereka isi posisi dosen dengan produk malaysia hasil olahan negeri amerika dan eropa…
Apa yang akan terjadi, terjadilah..
Kita akan siap menghadapinya
Kita harus siap menghadapinya
September 9th, 2009 at 6:09 am
aduh saudaraku! mana mungkin rendang pasti di bayar royalti.kamu ada adakan aja.jgn gitu dong! itu fake! berapa byk masakan padang di m’sia.brapa byk bakso di jual di m’sia mana mungkin di bayar royalti ke indonesia.ya udah deh! ngak perlu sengketa sesama kita.jgn sampai kan sesuatu rezeki yg halal di jadi kan penghalang utk mkn. ok deh?
September 9th, 2009 at 9:44 am
@akid
Maaf bung akid, ga da yg bilang siapa akan bayar royalti ke siapa. Apakah anda mengerti maksud [SERIUS MODE OFF]? Artinya adalah bercanda/bergurau. Ketika sy serius lihat [SERIUS MODE ON]. Inti yang saya bilang adalah:
“Kalau mo buat rendang ya buat lah… tak perlu lah dipatenkan segala… Negara yang aneh….”
Jadi tidak perlu membayar royalti ke siapapun untuk membuat rendang…
Harap mengerti apa maksud dari postingan saya, terima kasih.
September 9th, 2009 at 10:39 pm
ohh… sori yaa.. kurang paham.ok ari ni saya blaja sesuatu yg baru.sori yaa…
October 1st, 2009 at 2:11 pm
Teman-teman jangan khawatir, dunia internasional juga ga gampang dibegoin negara maling yang tukang ngakuin budaya dan makanan negara tentangga. Coba liat aja http://www.wikipedia.com dan coba search kata-kata “pendet”, “rendang”, “angklung”, “reog” dan liat diakui sebagai asli dari negara mana.