
Indonesia vs Malaysia
Masih berbekas jelas di ingatanku, rendang yang ku makan untuk sahur tadi diklaim ama “saudara” serumpun, Malaysia. Bukan hanya itu, baju batik yang ku kenakan ketika pesta pernikahan kakakku, ternyata juga diklaim ama negara “tetangga”, Malaysia. Bukan hanya itu, masih banyak lagi yang diklaim oleh “sobat” dekat Indonesia itu. Namanya juga “Malaysia Truly Asia“, maksudnya semua yang ada di Asia diklaim punya dia..
So, apa reaksi warga Indonesia? Geram? Pasti! Marah? Ya iya lah! Protes? Wajiib. Gondok? Ho oh, lha wong kekurangan yodium :P Para aktivis dunia maya pun tak tinggal diam. Tak perang di dunia offline, perang dunia online pun jadi. Deface men-deface web adalah ciri-ciri utama peperangan ini. Tak hanya itu, demo yang berujung pada pembakaran bendera Malaysia pun tak terhindarkan.
Pertanyaannya, buat apa? Ga da gunanya. Cuma bisanya protes tanpa melakukan perubahan sama sekali. Negara pun cuma bisa berdiplomasi. Layangkan surat protes. Sibuk mau mempatenkan. Ujung-ujungnya, eh, diklaim lagi. Sebenernya serius gak sih nanganin masalah klaim-mengklaim ini?
Akhir-akhir ini, setelah Tari Pendet diklaim (Malaysia sih gak ngaku mengklaim), seruan “Ganyang Malaysia” semakin santer terdengar. Malah ada stasiun swasta yang menayangkan rekaman lama pidato Bung Karno ketika menyerukan Ganyang Malaysia.
Ngapain Ganyang Malaysia? STOP AJA PENGIRIMAN TKI KE MALAYSIA
Bukan rahasia kalo banyak warga Indonesia yang mencari kerja di Malaysia. Bagus donk kerja di luar negeri? Iya, tapi kalo cuma jadi pembantu, bukannya bangga, tapi sedih! Gelar “Pahlawan Devisa” cuma untuk nyenengin TKI aja. Bullshit! Uda berapa banyak warga kita disiksa di Malaysia? Apa tanggapan pemerintah terhadap “Pahlawan Devisa” ini? Paling cuma protes. No Action Talk Only. Kalo menurutku sih daripada Ganyang Malaysia, mending STOP aja TKI ke Malaysia, biar mereka tau betapa susahnya hidup mereka tanpa warga Indonesia.
Ngapain Ganyang Malaysia? TARIK AJA PEKERJA KITA YANG ADA DI MALAYSIA
Gimana dengan TKI yang uda kerja di Malaysia? Tarik aja lagi ke Indonesia. Jangan tunggu disiksa dan deportasi. Biarin aja orang-orang Malaysia yang ngerjain kerjaan mereka sendiri, jangan suruh-suruh warga Indonesia. Tantangannya adalah, pemerintah harus menyediakan lapangan kerja yang cukup di Indonesia, sehingga mampu menampung mereka yang baru aja cabut dari Malaysia. Mampu gak?
Ngapain Ganyang Malaysia? TARIK AJA TENAGA PENGAJAR KITA DI MALAYSIA
Berapa banyak orang-orang pintar kita yang ada di Malaysia? Mereka mengajari orang-orang Malaysia agar menjadi lebih pintar. Kenapa mesti ngajarin orang Malaysia? Ajarin aja la orang-orang Indonesia! Masalahnya, uang membuat mereka “ogah” ngajar di Indonesia. Malaysia lebih mampu memanjakan “tenaga pengajar” daripada Indonesia. Kalo mau kualitas pendidikan di Indonesia bagus ya memang mesti memperhatikan kesejahteraan pengajar. Kalo cuma memberi gelar “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa“, huh, BASI!
Ngapain Ganyang Malaysia? GA USAH TERIMA WARGA MALAYSIA BELAJAR DI INDONESIA
Ini uda dilakukan oleh Undip. Mereka ga nerima lagi warga Malaysia sebagai pelajar sebagai bentuk protes terhadap Malaysia. Beranikah kampus yang laen berbuat sama? Universitas kita terlalu miskin, sehingga butuh “bantuan dana” dari mahasiswa luar negeri.
Ngapain Ganyang Malaysia? LESTARIKAN AJA BUDAYA BANGSA
Nah ini dia nih yang buat gregetan. Orang Indonesia bisanya protes aja kalo budayanya uda diklaim. Tapi gak pernah berusaha untuk melestarikan budaya tersebut. Kalo dari aku sih usul, di setiap event olah raga seperti basket atau sepak bola, jangan cuma cheerleaders atau modern dance aja yang ditampilin. Kenapa gak menampilkan tari-tarian di daerah tersebut? Malu dibilang gak modern? Cheerleaders dan modern dance bukan budaya asli Indonesia, kenapa itu yang mesti dilestarikan? Dan tentu ini gak terbatas di event olah raga aja, tapi juga event yang laen.
Ngapain Ganyang Malaysia? LEBIH BAIK BIAYA PERANG UNTUK ALUTSISTA
Perang cuma ngabisin biaya aja. Belum lagi korban yang berjatuhan. Mending duitnya dibeliin alutsista (alat utama sistem senjata). Bisa dipake buat ngejagain aset negara. Biar ga da lagi yang berani melanggar batas wilayah kita dengan semena-mena.
Jadi apalah maksud semua ini? Maksudnya adalah, perubahan itu dari kita sendiri. Ga da gunanya nyalahin orang laen. Kalo kita gak menghargai diri sendiri, apa orang laen mau menghargai kita? Liat aja sendiri…
UPDATE:
Komentar uda ditutup. Jawaban penulis untuk komentar yang ada bisa diliat di Klarifikasi “Ngapain Ganyang Malaysia?”.
Random Posts
Loading…













September 1st, 2009 at 8:42 am
betul… yang salah kita sendiri sih…
gak punya kekuatan buat membanggakan diri sendiri,,,
September 1st, 2009 at 9:33 am
@ivan
semoga dengan kejadian ini rasa nasionalisme yang tumbuh tidak hanya sesaat…, dan seharusnya diiringi dengan perbuatan..
September 1st, 2009 at 9:35 am
Absolutly agree :)
September 2nd, 2009 at 1:43 pm
setuju bgt… tapiii.. apakah pemerintah kita siap ngasih lapangan kerja untuk para TKI & TKW yg nantinya pulang itu? 2juta orang lebih lho bung…
September 2nd, 2009 at 3:22 pm
MALAYSIA BANGSAT ANJING TAI CUKI MATI JA KMU,
ORANG KMU BNYAK MATI DI KALBAR PERBATASAN JANGAN HERAN LOW NTAR MERAMBAT DI PERBATASAN.
cOMUniTY “KALBAR FUCK MALAYSIA”.
September 4th, 2009 at 5:51 am
Iya gw setuju .
Ngapain ganyang malaysia ?
Malaysia itu ga penting,
brapa sih luas wilayahnya ?
Brapa sih jumlah penduduknya ?
Merdeka aja gratisan.
Yang penting itu sekarang berbuatlah sebaik2nya untuk indonesia tercinta, supaya ketika kita menjadi bangsa yang maju, malaysia akan kembali memuja kita.
Oya di kampus gw banyak bgd mahasiswa asal malaysia, dan stiap tahun malaysia minta lulusan dari kampus gw untuk kerja di sana, kampus gw juga diminta untuk ngajar mahasiswa disana. Ini salah satu bukti kalo kita itu punya SDM yang lebih hebat dan jauuuuh lebih kreatif dari pada negara tetangga itu , jadi manfaatkanlah potensi yang ada dalam diri kita untuk membangun bangsa tercinta kita ini.
September 5th, 2009 at 10:19 am
setuju banget sama abang, ngapain ganyang malaysia pemborosan. mendingan perbaiki mulai dari diri kita sendiri supaya lebih maju, kalo sudah maju setiap individu2 kita itu sdah otomatis mengalahkan malaysia. karena potensi Indonesia jauh lebih bagus dari mereka. Merdeka!!!
September 6th, 2009 at 3:20 am
saya sebagai warga malaysia amat sedih dengan cara pihak indonesia yang tidak mampu mengawal rakyatnya..sepatutnya saudara tumpukan kepada maslah TKI, kemakmuran negara, bukan perkara remeh dah bodoh yang dibesarkan media yang tidak profesional, seluruh media dunia tidak percaya kepada media indonesia kerana berita yang melulu. satu dunia ditipu mengenai Nordin M top terbunuh..Media anda hanya mengejar rating..jadilah seperti malaysia, Aman, Makmur, Sejahtera…kurang bercakap, lebihkan kerja..indonesia rajin2 di malaysia, malah pekerja2 kontrak saya juga majoritu indonesia..jika disekat, terpaksa kami ambik orang2 Bangla.
September 6th, 2009 at 12:15 pm
Pak cik tak usah cakap lah….
Nodin M top itu dari mana asalnya?
jelas saja negara pak cik aman tentram tak banyak cakap, teroris tak ada di negara pak cik (Nordin Mtop) wajar kami berkoar apa di negara pak cik tak diajarkan nasionalisme? mencuri itu dosa hukumnya! wajar kami bercakap gini karna ada sebab siapa yang mulai duluan?
Negara kami kaya tak usah di ragukan lagi semua dunia tau BALI semua dunia tau Ir.SOEKARNO .
Jerman mengakui Kepintaran BJ.HABIBIE sampai inggin di angkat menjadi mentri pendidikan jerman…
Pemenang olympiade fisika,kimia,dan matematika sedunia dari INDONESIA..
Pak cik camkan ya Generasi Muda Gami Melekat Jiwa Nasionalisme Tertanam di jantung Kami Tekat Garuda Masa mendatang ERA KAMI PEMUDA NASIONALSIME yang akan bertindak tak hanya lewat karya dan budaya bahkan lebih biar dunia tau siapa yang Memiliki hati dan kesabaran se Besar lautan tapi bisa berontak bagai ombak….
September 7th, 2009 at 6:18 pm
i’m from malaysia
i’ve a lot of intellectual points to argue this issue but after viewing your shallow insults, i think it is like preaching to the devil.
indonesian…do as you like, do whatever u see fit. malaysian malays have a lot of things to worry about, a lot of issues we are fighting for. we only turn to ALLAH SWT to deal with ill-intent people.
May Allah protect Malaysia
September 7th, 2009 at 7:45 pm
You said “…Kalo menurutku sih daripada Ganyang Malaysia, mending STOP aja TKI ke Malaysia, biar mereka tau betapa susahnya hidup mereka tanpa warga Indonesia”. Kalau penghantaran TKI di berhentikan, I think it will adversely affect your country. Malaysia can always source labour from other countries but what do you plan to do with thousands of unemployed TKI returning home ?
You said “….Berapa banyak orang-orang pintar kita yang ada di Malaysia? Mereka mengajari orang-orang Malaysia agar menjadi lebih pintar”. I think the number of Indonesian lecturers (if any) in Malaysia is extremely small in number. Do pull them back to your country, we really do not care.
It sounds really stupid whenever you shout “Ganyang Malaysia”. If you do care to do some research, you Indonesians were the ones being whipped ! Some of your regular army and volunteers actually surrendered without firing a single bullet. Your F-16s and your frigates are so outdated they are hardly any match to our military assets. Look at the way you guys handled the Temengong incident, 17 hours of seige and what did it produce ? A few dead guys! What good intel you can you get from dead bodies ? One would have thought that, a seige that long would net those terrorist alive. All macho posturing and no brain.
I have heard dumb comments from Indonesia claiming that we are puppets of the West. The truth was that Sukarno was a puppet for Communist Soviet and China. You replaced him with Suharto that was backed by CIA. During the Asian Financial Crisis, we resisted the temptation of getting help from IMF, and you willingly embraced IMF so that you can get cheap cash. The next time you shout “NEKOLIM”, take a big mirror and look at yourselves !
If you read story of TKI being abused in Malaysia you go up in arms, but for every one story of abuse of your TKI, we have to endure frightening episodes of criminal activities by your own citizen.
You killed 200,000 East Timorese in 6 years of bloody occupation and then expect them to forgive and forget.
Sheer hypocrisy.
September 8th, 2009 at 7:43 pm
Mak Cik,
BIG work of indo’s defence. But never forget we, the villagers, the public, ‘ve known how to fight tanks by bamboos and blades. We also know how to fly blades to cut your necks without touching. I’m moslem but hubbul wathon minal iman. Pemerintah kami memang tak solid, tapi kami rakyat punya kekuatan. Betul tki indo banyak laku jahat karena memang low educated. Nah anda orang pandai yang plagiat, curi hutan dan lainya. ALLAH hanya melindungi orang yang benar. Pemerintah kami lemah, tapi rakyat yang gak hubuddunia banyak dan sakti+ siap turun kalau anak cucu negeri ini terlalu diganggu. Jangan karena teruk busuk seorang, negara mak Cik luluh lantak. Salam!
September 9th, 2009 at 5:45 am
salam sejahtera. kenapa kerana nila setitik rosak susu sebelanga.kamu paham maksud saya?kerana salah satu or dua individu satu negara di persalahkan.ngak usah sebegitu.di malaysia masih ada org yg baik.yaa mmg ada yg jahat, tp bukan semua. begitu juga di indonesia.bukan semua yg jahat..itu segelintir sahaja yg cuba memecah belah kan perpaduan antara malaysia dan indonesia.sebelom ini hidup kite aman dan harmoni kenapa di sebab kan tarian penget, budaya, isu manohara, isu tki di jadi kan sebab kite b’musuh.kita kan satu bangsa.bangsa melayu pon b’asal dari indonesia.kenapa mesti bermusuhan.satu agama lagi.ISLAM. islam ngak di ajar kite b’musuh sesama agama.walaupon berlainan budaya bangsa dan keturunan.AYUH kita bangun tegak kan perpaduan sesama kita.Skrang ngak boleh di nafikan malaysia lebih maju dari indonesia.so kalu indonesia dlm kesusahan baik ekonomi maupon bencana alam udah semestinya malaysia yg menolong jiran nya.DAN ANDAI suatu ari nanti m’sia dalam kesusahan yg pastinya indonesia yg menolong m’sia.saya menpunya ramai teman dari jakarta, bali, medan,surabaya n bandung.semua baik2 n rapat seperti adik beradik.saya tidak nampak sebab apa kite mesti b’musuh.tidak ada keuntungan! kerugian yg bisa diperolehi dari kedua2 pihak.cukup lah mengelar kan ‘ganyang malingsial’ ‘ m’sia anjing’ dan sebagainya.Di malaysia ngak pernah ada slogan ‘ganyang indonesia’ dan panggilan ‘indon’ pon telah diterima sebulat suara ngak blh di pakai lagi di m’sia utk menghormati warga indonesia.so sewajarnya warga indonesia pon cukup lah mengelarkan ‘malingsial’. semua ada hati dan perasaan.saya tidak nampak kenapa kamu semua tidak MARAH kepada singapore.yg memutar belit kan fakta adalah s’pore! ermm di mana silapnya. yg pasti media di indonesia yg mesti b’tanggung jawab diatas memecah belit kan fakta dan memecah belah kan m’sia dan indonesia.yaa udah. saya ke sini sebagai kwn.kita berada era kemajuan.kita harus maju kedepan.AYUH! kamu semua bilang kamu punya ramai yg pintar dan berjaya.AYUH BGN! bangunkan negara kamu.. majukan negara kamu. tunjuk kan pada DUNIA yg negara paling ramai ISLAM di dunia mampu menakluk dunia.buktikan. yg pasti kamu bisa lakukan jika kamu b’satu seperti kamu semua bersatu mau ganyang m’sia.Alangkah baik nya jika sebegitu semangat kamu!
September 10th, 2009 at 11:59 am
Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh,
kepada hendrakalimantantengah,
if u think ur villagers have great fighting skill with bamboo and blades, why ur country still being overran by dutch, hihihhihii
hendra hendra, you talk about flying blade to cut our neck???
u mean ‘parang terbang’???? hallo
ilmu parang terbang pun ramai pengamalnya di malaysia tahu, bukan di indonesia sahaja, yang ada there are lots of orang alim, kiai dan ulama di malaysia too, i am a muslim like you too and i also love my country.
we want to live in peace and i hope we dont fight , salam peace to all
September 10th, 2009 at 7:56 pm
kuno nye indon..ilmu kebal..prg terbang..now we living in 2009 not in 1920..haish..indonesia ni masih trapped dlm tahun tu lg..sbb 2 x maju2..kesian..bwk je laa pulang buruh2 kasar indon tu..malaysian can always import buruh from other countries..maid indon diseksa..tp korang xpikir laa jenayah yg korang buat kt malaysia..pecah rumah..mencuri..merompak..membunuh..aduhai..just be grateful laa..korang kene tsunami..sape yg tolong..sape yg derma..siesly..bwklaa blk buruh2 indon dr msia..ak xlarat lagi nak tgk korang..dah laa selekeh..spoil permandangan jer..please2..suruh anak baranak korang chow dr msia..please…….ak merayu..balik laa indon ke tmpt asalmu.
September 11th, 2009 at 9:42 am
Salam,
Kalau TKI tiada Malaysia boleh ambil dr Bangladesh, Pakistan, India, China, Myanmar, Philipine, Vietnam dan Thailand. Cumanya Malaysia melebihkan TKI dr Indonesia atas dasar persaudaraan, negara2 lain banyak yg merayu supaya Malaysia import buruh2 mereka. Malaysia tak rugi apa2 jika Indonesia hentikan TKI Indonesia di Malaysia.
Saya dah belajar 6 tahun di salah sebuah universiti terkenal di Malaysia, sumpah tidak pernah diajar oleh dozen dari Indonesia. Memang ada tenaga pengajar dari Indonesia tp bilangannya amat kecil.
Pelajar2 Malaysia di Indonesia. Untuk pengetahuan semua warga Indonesia, pelajar2 Mlaysia yg dihantar ke Indonesia adalah pelajar yg paling rendah kualitasnya di Malaysia. Pelajar paling cemerlang di Malaysia akan di hantar belajar ke Eropah dan US, kedua cemrlang belajar di Malaysia, dan ketiga akan dihantar samada ke Indonesia, India atau Pakistan.
Tarian pandet, bodoh sangatlah org Malysia kalau mau mengakui tarian itu kami yg punya. Kami adalah org Islam, tarian pandet adalah tarian Hindu…bodoh sangat nk mengaku. Sebenarnya Tarian pandet berasal dr India, itu faktanya tp kalau Indonesia nak mengaku..silakan aja…ambil semua.
sekian. Salam Ramadhan
September 11th, 2009 at 9:51 am
INDONESIA BANGSA PENGOTOR,DATANG MEREMPAT KE MALAYSIA,MENCUCI NAJIS TAPI GAJI NAK TINGGI,TAK SEDAR ASAL USUL,DATANG ASIK NAK MEROMPAK,DUDUK INDON SUSAH DATANG MEROMPAK HASIL TITIK PELUH ORANG MALAYSIA,BODOH PUNYA BANGSA,KONON RAMAI ALIM ULAMA LA TAPI PERANGAI RAKYAT MACAM SETAN,KENAPA TAK BOLEH CONTOHI ALIM ULAMA TERSEBUT,TAK HABIS2 DEMONSTRASI,BAIK PERGI KERJA LAGI BAGUS,BUAT MALU BANGSA JER….GOBLOK
September 11th, 2009 at 10:15 am
jika kamu islam.. lebih baik fokus pada isu murtad dan isu2 lain yg berkaitan dengan kemajuan islam.
kamu patut perang dengan orang yg membenarkan murtad dinegara kamu.
kenapa isu murtad, semua senyap.. isu budaya, mau sampai perang..
yg mana lebih penting?
September 11th, 2009 at 10:31 am
assalamualaikum all braders in islam. ..
yang sudah tu sudah laaa
yg silap kita sama2 bermusyawarah secara aman dan bijaksana
mencari penyelesaian secarah berhemah..
bukan tuduh menuduh begini ajaran alquran dan hadis
hormati lah bulan ramadhan yang mulia ini..
sempurnakah iman kita jika melakukan musibah terhadap jiran kita? so fikirkan lah..
p/s pekerja indon kami akan pulang bercuti raya start 18hb sept hingga 25hb… smoga selamat dalam perjalanan pulang kekampung.. amin
September 11th, 2009 at 10:34 am
ben… siu murtad kat malaysia pun banyak…
masih dipandang sepi oleh parti memerintah ….
tapi kalau kerajaan malaysia dan indonesia bergabung utk BERPERANG UNTUK MEREKA2 YANG MURTAD…. aku pun sanggup gunakan parang terbang utk mereka (yg murtad)….
takbir!!!! allahuakbar 3X
September 11th, 2009 at 10:53 am
Hmmmmmm…..
aq jugak sebenernya gak setuju sama yg namanya “Ganyang Malaysia”, kita ini bersaudara karena sesama muslim itu adalah saudara
saat ini ada salah satu saudara kita di malaysia yang kurang menghormati saudaranya dari Indonesia yang akhirnya menyebabkan sebahagian saudara kita yang berada di Indonesia marah
sebagai saudara sudah seharusnya kita mendamaikan saudara yang sedang dalam perselisihan
saya sangat tidak setuju dengan perkataan mas yang BANJINGAN-itu karena bukannya mendamaikan saudara yang berselisih, perkataan si-BANJINGAN-itu justru memanas-manasi suasana yg memang semakin menghangat
buat saudara2 dari malaysia tolong jangan membuat pernyataan-pernyataan yg membuat emosi, begitu juga saudara2-ku yang dari Indonesia
Islam itu bersaudara, maka dari itu damaikanlah saudara2 kita yang sedang berselisih faham
September 11th, 2009 at 10:56 am
@all malaysian
kenapa kalian klaim budaya? kami?
kenapa kalian klaim pulau2 kami?
September 11th, 2009 at 10:58 am
Aku setuju yang namanya ganyang maling..! no offense..!
kalau orang malaysia merasa maling silangkan offense..!
September 11th, 2009 at 12:00 pm
enuf with all the unnnecessary thinking, people! we fighting for a dance here? look at what happen to our moslem in pakistan, afghanistan. They are fighting for their country, the lifes of women and children. Fighting for a dance? Shame on u people! Common! we are moslems.
September 11th, 2009 at 2:22 pm
Indonesia I love you full…………!!!!!
Malaysia bajingan….
Bilang aja kalo kalian emang miskin harta miskin kekayaan alam dan “MISKIN BUDAYA”
Jangan panggil kami Indon………………………!!!!!!!! bukankah karena kalian miskin budaya hingga menjiplak BUDAYA kami
bukankah kalian Melarat hingga mengklaim PULAU kami
Ingat!!!bukan sulit bagi kami untuk menghancurkan kalian,kalian hanya pulau kecil dengan segelintir penduduk. So nggak perlu pasukan militer… Klo kita mau “hanya dengan” SUKU DAYAK KALIMANTAN bisa memenggal kepala kepala si tukang klaim
Merah Putih….. Is my soul!
September 11th, 2009 at 3:36 pm
Bertenang wahai saudara sesama Islamku.
Kita memang boleh berbunuhan sesama sendiri di atas muka bumi Allah ini, tetapi apa akan kita jawab di hadapan Allah yang Maha Esa di akhirat nanti…
SESUNGGUHNYA KITA ADALAH UMAT AKHIR ZAMAN DAN KIAMAT ITU HAMPIR TIBA.
Berjuanglah dengan kalimah ‘LAA ILAA HA ILLALLAH’, bukan dengan hasutan nafsu duniawi semata-mata.
Saya sendiri mempunyai seorang isteri berketuruan Indonesia dan kami bahagia. Mempunyai saudara di Padang dan bapa saya sendiri pernah ke Medan sekitar tahun 60an untuk berkarya disana.
Kenapa harus bercakaran sesama kita sedangkan kita semua bersaudara. Memang ada perselisihan tetapi jangan tutup MATA HATI kita…
Hentikan api yang marak ini dengan Do’a dan usaha kearah kedamaian.
- Kita Rumpun Islam -
September 11th, 2009 at 6:03 pm
Assalamualaikum.Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani.sedarkan kita sebenarnya bangsa penjajah mahu menjajah kita kembali kerana potensi yang kita punya iaitu minyak sawit dimana kedua-dua negara adalah pengeluar terbesar di dunia dan mahu mengaut hasil bumi kedua-dua negara sekali lagi dengan cara yang begitu mudah iaitu memberi fakta yang salah supaya kita bergaduh.akhirnya penjajah yang untung kita yang rugi kerana tanpa mengeluarkan peluru untuk membunuh kedua-dua warganegara tetapi kita saling tolong menolong mereka dengan berbunuhan sesama sendiri.itu lah yang mereka lakukan di iraq.jadi kita harus benar-benar berfikir secara terbuka dan rasional bukan secara emosional.dengan peperangan penjajah akan masuk kedua-dua negara atas dasar pengaman tetapi hanya akan memporak-perandakan kedua-dua negara.kita akan mengemis di negara sendiri.mahukah kita menjadi bangsa yang dijajah buat kali kedua?bangsa-bangsa lain bertepuk tangan kerana kita berbalah.adakah kita sedar yang mereka mengatakan dan mengejek kita bodoh dan jelik kerana hal yang sebegini kecil.mereka memang menantikan saat-saat bangsa melayu jatuh.adakah kita benar-benar boleh mengharapkan bangsa bukan melayu di negara masing-masing?belum tentu mereka akan bersama kita.bersatu kita teguh bercerai kita roboh.marilah sama-sama kita membendung penjajahan alaf baru. Yang benar itu datang dari Allah yang salah itu datang dari kekurangan diri saya sendiri. wassalam.
September 11th, 2009 at 7:24 pm
hey, tarian pundek tuh tarian agama hindu.. Korang nak ambil, ambil ler.. Bukan boleh guna untuk profit pun.. Tak guna akal langsung.. geli aku tgk korang nih..
September 12th, 2009 at 1:17 am
Salam,
MENANG JADI ARANG, KALAH JADI ABU. Itu resiko.
Anda perlu lihat; jika yang maling siAnu itu kejahatan dia, tapi kalau negara anda klaim wilayah, budaya dll artinya anda telah menyakiti seluruh warganya. Pun sebaliknya. Bijaksanalah.
Apapun pandai silat lidah, toh penguasa penentu.
Bedakan kejahatan pribadi dengan kejahatan negara.
Kami dibawah dutch 350tahun karena terlalu pemaaf hingga 1928 kami bangkit. 1942-45 jepang kami usir. 1948 belanda+inggris raya kami sikat.
Perlu diketahui, kami orang jawa pandai politik, kami orang dayak petarung sejati, kami orang madura easy to kill, kami orang aceh punya ladang ganja untuk bius, kami orang papua sanggup berperang tanpa baju tentara.
Dan perlu diingat, jepang belanda tak pernah bisa menjajah Kalimantan.
Dan pendekar indonesia telah teruji di sampit, aceh, poso.
Soal nasionalis kami jangan diganggu.
Beruntung yang berkuasa tak tersulut.
Janganlah dipicu bom nan siap meledak.
Didiklah anak anda untuk jadi bangsa beradab.
Menghargai hak tetangga, itupun syariat islam.
Sekali lagi, kalau siHendra mencuri pulau atau rumah anda, itu atas nama Hendra. Tapi kalau atas nama negara melakukannya, itu bangsa tak terpuji.
Sungguh segala kemungkinan dapat terjadi, apalagi kadang sabar ada batasnya. Lemah angkatan perang kami karena embargo senjata bertahun. Tapi kami sekarang telah mampu ekspor senjata. Bijaksanalah!
Salam.
September 12th, 2009 at 4:14 am
Salam semua. Yang aku tau, pekerja2 indonesia yang dah kerja kat malaysia ni.. majoriti nak terus kerja kat malaysia je sebab boleh jadi kaya kumpul duit banyak2. diorang tak kisah pun pasal hal gaduh2 berkenaan dengan tarian ni. aku ade kenal seorg pembantu rumah indonesia(perempuan),dah dekat 10 tahun dah keje kat malaysia, kawin pun dgn org malaysia.. dia pun tak suka org indonesia yg senang terpengaruh dgn media di indonesia yang suka menghasut.. padahal kat malaysia ni, pekerja2 indonesia kat sini aman je(kes2 negatif tu amatlah kurang). Orang indonesia yang keje kat malaysia tau la keadaan kat malaysia macam mane, tu sebab diorang tak kisah pun pasal benda kecik macam ni. Ye la, sebab dah rasa selesa tinggal dan bekerja kat malaysia. Cukup2 lah terpengaruh dgn surat khabar atau pun stesen tv di indonesia tu, baik guna akal sebaik2nya. kalau ape2 bencana menimpa indonesia, malaysia byk juga tolong.. contoh: masa tsunami, gempa bumi dan lain2. kalau nak sgt gaduh jugak, baik pergi palestin sana, org2 palestin tu lagi amat memerlukan bantuan untuk melawan yahudi zionis tu.
Salam..
September 12th, 2009 at 8:16 am
INDOH BODOH..INDON BODOH…INDON BODOH…
September 12th, 2009 at 7:51 pm
Ini bukan hanya masalah tarian, tapi menyangkut kedaulatan bangsa, menyangkut keutuhan negara kesatuan republik indonesia. Semut pun akan marah jika digigit.
Jadi sebaiknya sebagai negara bertetangga hendaklah kita menghormati satu sama lain. Janganlah malaysian merendahkan indonesian, begitu pula indonesian jangan menghina malaysia dan jangan mau terperalat oleh panasnya suasana,
saya setuju, indonesia-malaysia jangan sampai perang, karena kalau kita sampai perang itu namanya ngulang sejarah yang kelam, masih ingat perang salib ? Masih ingat orang islam yang di bantai di andalusia karena ga mau masuk kristen ? Sadarlah ini usaha asing untuk memecah belah kita, orang islam.
Indonesia dan malaysia adalah negara islam dengan populasi yang sangat besar yang sampai saat ini masih damai dan tidak perang saudara, seperti yang terjadi di irak dan iran. Sadarlah jika kita sampai perang mereka akan semakin senang lalu mengintervesi kita setelah itu mengambil alih kekayaan alam kita, seperti minyak bumi, kelapa sawit, emas, batu bara, dll. Jadi pertahankanlah hubungan baik antara kedua negara
Terima kasih.
September 12th, 2009 at 9:53 pm
ASSALAMUALAIKUM… astagfirullah hal azim…. mengapa kita semua mahu bergaduh sesama sendiri…. kita semua ada manusia x lebih dari itu… yg membeza kan kita adalah agama,sifat,rupa,bangsa dan negara… tapi kita adalah saudara yg terikat kuat didalam agama Islam…. mahu pun masih ada yg bukan islam di negara indonesia mahu pun di malaysia sendiri tapi masih ada yg islam dan mengapa ada diantara seISLAM mahu menghancurkan keharmonian yg selama ini kita jalinkan… sedar lah bahawa kita adalah negara yg berjiran dan saling bantu membantu… Mengapa kita mahu berkelahi sedangkan kita sudah lama Berjiran.. mungkin budaya yg ada di malaysia sama dengan budaya yg berada di indonesia kerana kita adalah negara yg berjiran… Budaya tersebut mungkin sampai di malaysia dengan berhijrahnya penduduk indonesia ke malaysia dan penduduk yang sampai di malaysia tadi masih mengamalkan budayanya ketika dia berada di indonesia…
Pedulikan hasutan yg boleh merosakkan hubungan erat silaturrahim yg terjalin sejak turun temurun( yg membawa maksud sejak dari dulu)…
dan mungkin ekonomi malaysia lebih baik dari indonesia… jgn kamu hanya mahu mengutuk tapi kamu sepatut nya berusaha supaya ekonomi indonesia juga bertambah baik seperti malaysia…
Kepada Hacker Malaysia Dan Indonesia juga jgn membangkit kan rasa marah diantara kamu kerana ini hanya akan menjejaskan imej negara masing masing… Ingat kita adalah negara yg BERJIRAN…
Kita sepatutnya mengEratkan lagi hubungan kita bukannya merosakkan nya…BUkan semua org malaysia itu jahat dan bukan juga semua org indonesia itu jahat..
Dari Sabri
from: MALAYSIA
YM:sabri_xdo@yahoo.com
Harapan SAya: Berbaik baik la kita semua. LEbih baik kita semua Berbaik dari bermusuh..
September 12th, 2009 at 11:44 pm
Wahai Indon.
Daku benar-benar berharap agar sekalian Indon yang terdampar di Malaysia dapat disapu bersih dan dihantar pulang ke negara sial mereka dengan seberapa segera.
Kehadiran Indon di Malaysia hanya membawa penyakit, menutup peluang rakyat tempatan mendapatkan kerja, merampok rumah orang, membunuh, menipu orang, merogol, merampas suami orang dan membuat kacau.
Sudah terlampau banyak kasus melibatkan kejahatan Indon di Pantai Barat Semenanjung Malaysia. Syukurlah kerana aku tinggal di Pantai Timur, di sini Indonnya hampir tiada, maka penyakit sosial pun tiada juga. Syukur !
Tapi aku kasihan sama saudaraku di Pantai Barat.
Dilanda Indon berjuta yang tak sedar diri. Datang merempat secara haram. Berpakaian selekeh tapi tak sedar diri. Kemudian, menggigit pula tangan yang memberi makan !
Dikatakan pula Malaysia mengklaim budaya Indon, tapi tarian Barong itu jelas ditiru dari tarian Singa masyarakat China dan kipas lipat yang dipakai penari Bali itu memang asalnya dari China ! Tarian pun asalnya dari India ! Nama negara pun Indonesia ( Kepulauan India ! ) Budaya pun diimport dari India dan bahasa Indon penuh bahasa Sanskrit. Apa itu bukan namanya Maling yang sebenar ?
( Aku heran karena tiada pula China dan India marah ? )
Indon memang bengset, bego dan tidak mahu berpikir.
Khasnya bangsa Jowo yang mencipta Tempe Bongkrek ! Bego bangat !
Itu memang impian Sukarno dan dia nyata berjaya membentuk Indon yang
besar diri tapi amat cetek ilmunya ! Ke mana pengakhiran Sukarno ya?
Insaf lah wahai Indon …
Kamu semua memang sedang ditertawa Dunia !!
p/s : GANYANG AJA DIRI SENDIRI ITU !
September 13th, 2009 at 1:17 am
Kemerdekaan bangsa Indon adalah gratis dari tentera Jepang !
Sukarno itu penjilat Jepang …
Nama negaranya plagiat dari India ( Indo )
Nama uangnya dirampok dari India ( rupiah )
Tari Bali nya dichapet dari India
Benderanya diplagiat dari Belanda ( dikoyaknya warna biru aja )
Bahasanya dimaling dari Sanskrit
Burung Garudanya diplagiat dari India
Songkoknya dirampok dari Turki
INDON memang engga tahu malu ….
Bagai perampok yang menuduh jirannya maling
Dirinya besar tapi otaknya sempit …
INDOGNESIAL RAYA
MALINGKA MALINGKA !
September 13th, 2009 at 1:42 am
Ass.malaysia….dimanakah asal nenek moyangmu.dan siapa yg menjaga tanah nenek moyangmu…..berbanggalah kalian ditanah yg bk asal muasal nenek moyang kalian+berbanggalah dengan tanah dari negara jajahan zionis.allah bukan tuhan saja…
September 13th, 2009 at 2:16 am
Ass.wahai rakyat malaysia berhentilah untk bertindak lebih jauh….apa pun kalian ucap tak lebih dari permainan anak2 yg ujung2ngnya mak juga yg dipanggil.sekarang kalian maunya apa dari indonesiaku.AMBALAT,memalukan bagi negara malaysia yg ketahuan lewat perbatasan indonesia malah lari seperti mau perang aja.itu tanda polisi raja diraja malaysia bersifat pengecut bertindak tidak bertanggung jawab.sekarang budaya,hitunglah berapa budaya kalian{malaysia}?kalau kalian tahu kenapa kalian tambah dg mengambil budaya negara lain.jangan munafik….jangan biasakan ngomong itu kayak ular.gak malu tuh.kalian bilang kami bodoh,gk sadar tuu…..lagu negaranya dari mana.kok lagunya aja gk orisinil ya..,gmn tu rakyatnya yg tak bisa ciptain lagu kebangsaan sendiri,ohhh iya?jd orang yg ciptain lagu kebngsaan kalian juga orang bodoh dong…..kacian.kalian berhentilah melihat keatas,katanya serumpun kok saling mengungkit benderalah,lagulah,nama negaralah ,budayalah….ntah ntah kalian tak punya jati diri kali ya…pokoknya kekuatan indonesia,perang secara sportif ONE BY ONE tanpa sekutu….100:3.apa yg loe banggakan,ilmu teknologi,ilmu astronomi,terserah apa kata kalian semua itu hanya hiasan DUNIA ,ilmu hadist aja belum tentu kalian betul.kok kerajaan islam hadist dinomor sekiañ kan….bukti(pemimpin kalian yg diduga menyodomi seseorang}telah pekak telinganya dikala umat kristen menghina agama islam yg mengenai penggunaan kata allah bagi umat kristen.+berkumpul bersama peminum arak….jg munafik.
September 13th, 2009 at 2:58 am
Kwak…kwak…kwak…
Perang nya kok dah berhenti
pada ngantuk semua ya
September 13th, 2009 at 7:27 am
Buat “pulau india” belajar sejarah dulu yang benar sana, nanti kalo udah pinter dan udah tau kebenarannya, baru deh bisa nulis!
Oya lagu negaraku itu berasal dari mana ya ? Kayanya gw pernah denger deh.
Indonesia merdeka karena gratisan dari tentara jepang ? Siapa sebenarnya yang gratisan ! Haha..Sekarang aku saranin kamu belajar sejarah dulu yang benar, jangan malu-maluin donk ah.
Oya sekedar ngasih tau nih, batik udah dijadikan sama UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari indonesia dan tanggal 2 oktober adalah pengesahannya.
September 13th, 2009 at 7:31 am
Buat “pulau india” belajar sejarah dulu yang benar sana, nanti kalo udah pinter dan udah tau kebenarannya, baru deh bisa nulis!
Oya lagu negaraku itu berasal dari mana ya ? Kayanya gw pernah denger deh.
Indonesia merdeka karena gratisan dari tentara jepang ? Siapa sebenarnya yang gratisan ! Haha..Sekarang aku saranin kamu belajar sejarah dulu yang benar, jangan malu-maluin donk ah.
Oya sekedar ngasih tau nih, batik udah dijadikan sama UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari indonesia dan tanggal 2 oktober adalah pengesahannya.
September 13th, 2009 at 7:36 am
Buat “pulau india” dan “tempe bongkrek” belajar sejarah dulu yang benar sana, nanti kalo udah pinter dan udah tau kebenarannya, baru deh bisa nulis!
Oya lagu negaraku itu berasal dari mana ya ? Kayanya gw pernah denger deh.
Indonesia merdeka karena gratisan dari tentara jepang ? Siapa sebenarnya yang gratisan ! Haha..Sekarang aku saranin kamu belajar sejarah dulu yang benar, jangan malu-maluin donk ah.
Oya sekedar ngasih tau nih, batik udah dijadikan sama UNESCO sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari indonesia dan tanggal 2 oktober adalah pengesahannya. Jadi maaf udah ga bisa di klaim tuh.
September 13th, 2009 at 2:42 pm
indonesia hanya nampak Nordim Mat top sebagai satu kesalahan.
indonesia hanya nampak malaysia di pihak yang salah
apa indonesa itu tiada silapnya? Serba sempurna? tanpa cacat?
Lupa dengan TKI yang datang dan pergi dengan membawa 1001 masalah. lupa dengan sejarah pahit Di ganyang Indonesia ketika masa itu malaysia baru merangkak merdeka?
Berapa jumlah TKI? bezakan yang halal dan yg Haram
Apa rakyat indonesia tidak tahu Haram itu salah?
Berapa lama kami harus menanggung anak Haram itu?
September 13th, 2009 at 2:59 pm
Lihat ini… buka minda siapa punya angkara..
Singapura!
http://erabaru.net/nasional/49.....ari-pendet
September 13th, 2009 at 4:26 pm
untuk penduduk malaysia barat nenek moyang kalian kebanyakan berasal dari siam, sumatra, jawa, ~~~ dan untuk malaysia timur banyak juga suku suku dari wilayah kalimantan. soo~ dalam hal import ni siapa yg lebih banyak?.. kalau mau betul2 bumiputra tuh orang asli yg skarang masih banyak yg hidup di pedalaman DAN MEREKA NGGAK TAU kalo para PENDATANG yg tinggal dinegara mereka ni lagi berantem.
BUDAYA~~ NEGARA~~ Semua ada sejarah nya beb
Negara INDONESIA dan MALAYSIA nggak berantem kok, yg goblok rakyatnya saja yg nggak lulus SD dan SPRM ni
Tanjung karang LAMPUNG dan Tanjung karang SELANGOR mana yg lebih dulu ?~~~
mari kita gaduh topik baru #**^%@)*(^%
September 14th, 2009 at 12:19 am
cerita lucu anda mengenai indonesia diperlukan oleh web saya
September 14th, 2009 at 12:59 am
I had postponed passing water when i found a half dead ant in the toilet. I continued after saving it. Rahmatan lilalamin. Forgive me for any word has hurt you all. Salam alaikum, alaina wa ala kulli muslimin everywhere. Salam.
Viva Indonesia! We love our countries!!
Eh buat intermezzo, go to: http://www.kickandy.com/forum/.....hp?id=7821
September 14th, 2009 at 3:32 pm
http://soapapendapatyouallhuh......lture.html
quit this hatred.
Malaysia have always looked up to Indonesia.Never have we attacked Indonesians in any way intentionally.I personally admire Indonesia very much and thought of travelling around there for a year or 2 but now i guess that wont be happening.
love thy neighbour.
peace.
September 14th, 2009 at 7:34 pm
STOP PENGIRIMAN TKI KE MALAYSIA .:
Maksudnya gimana !!! , jangan asal nulis ah ..!!!
saya tahu banget bagaimana susahnya cari kerja . karena saya mantan TKI yang gagal , saya tahu persis sepak terjang nya .dari mulai penampungan sampai ke ke-duta-an .(oknum)
masalah TKI yang salah negara kita sendiri bukan salah Malaysia ..
masalah lain saya tidak tahu .
tanks
September 15th, 2009 at 7:40 am
ibu bapa saya lahir di Indonesia.. datang merantau mencari rezeki di Malaysia, negara yang mewah menjanjikan banyak pekerjaan.. saya dilahirkan di Malaysia dan menjadi warganegara malaysia, juga bekerja sebagai kakitangan kerajaan Malaysia.. Haruskah Indonesia membenci Malaysia hanya kerana Mat Top?
September 15th, 2009 at 1:56 pm
Saya benar benar terpegun apabila membaca tulisan kalian, dan yang ada di blog blog lain mengenai ganyang malaysia. Utmost dumbfounded. bertahun tahun saya pusing memikirkan bagaimana arab sama arab , muslim semuanya, bisa berbunuhan, tanpa belas kasihan. kadang kadang, berbunuhan atas sebab sebab kecil duniawi, dan kadang kadang atas sebab sebab bisikan bisikan yang membenci dan yang batu api. kadang kadang kebenaran itu terlalu jelas, tapi masih tak nampak. itu yang dikatakan, di butakan mata dan hatinya. tetapi, setelah melalui blog blog ini, dan benar benar melalui dan mendalami perasaan marah benci yang amat sangat sekumpulan manusia yang sepatutunya bersaudara, dari segi sejarah, bangsa, budaya, agama, sehingga sanggup membunuh, atas nama nasionalisma, atas nama budaya, atas nama lagu, atas nama tarian; maka, terjawablah segalanya. jelas sekali peringatan Rasulullah S.A.W. pada khutbah baginda yang terakhir. Iblis tidak dapat lagi memecah belah kan dan merosak kan kamu atas perkara perkara yang besar, maka, berhati hatilah atas perkara perkara yang kecil. Setiap muslim itu di wajibkan menjaga hak muslim yang lain, dan tidak dibenarkan menyakiti sesama sendiri. tiada beza antara kamu kecuali iman dan taqwa. jelas sekali peringatan yang dikasihi Rasulullah S.A.W. malangnya, blog blog ini, dan tulisan tulisan ini, membuktikan, di kalangan hati hati dan jiwa manusia, ada yang lebih besar dari Rasulullah. malangnya, di hati hati dan jiwa jiwa ini, ada yang lebih besar dari AlQuran dan Sunnah. Jahil itu bukan milik ekslusif para penyembah berhala di Mekah zaman Nabi S.A.W. Kegelapan hati dan pemikiran itu jelas tersebar ke akhir zaman. Nafsu dan Nasionalisma adalah tuhan baru, berhala baru, walaupun, lidah masih bisa mengucapkan syahadah….
September 15th, 2009 at 2:56 pm
Bangsa Agong konon, go to hell Indon..u are not welcome here, kami disini juga malu jika dikaitkan dgn bangsa yg tak bermoral ni. Sedarlah wahai Indon, dimana-mana kamu diperlekehkan, bukan sahaja di malaysia malah dimana pelusuk dunia, Kerna apa? Kerna kamu, bangsa kamu, attitude kamu.. kerna apa? Kerna sifat2 terkeji dunia kelas ketiga kamu..merasakan kamu bangsa agong, org melayu sebagai banjingan kamu, ketahui lah kamu tak pernah berjaya menganyang Malaysia pada zaman Sukarno kamu..kaum pembuli dikala kami baru bertatih..lebih 50 tahun kami merdeka, kami belajar dari sejarah..tidak semudah itu wahai jiranku untuk menganyang kami, kami berseru:
Ayoh junjunglah senjata mu ke negara kami,
Jika itu yg kamu hajati
Biarkan selat melaka menjadi saksi,
tidak Melayu hilang di bumi,
Tiada sumpah tiada janji
Bangsa Indon kami kembiri
Langit bapaku, bumi ibuku
Tanah Melayu Teguh berdiri
September 15th, 2009 at 3:27 pm
Dear my brothers & sisters in Malaysia & Indonesia,
Masya Allah I can’t believe how the people are now fighting each other via this blog. We firstly must realize why this perception or condition appeared. Is this because of the press? the role of government officials in both countries? Why do the people like us, Indonesian (as I am Indonesia too) have to be the victims of this situation and get easily furious with this kind of situation? Why do we let the Press or Goverment create a situation that people from both countries are forced to say nasty words or hurt other feelings? In other words, we have to fight for clarification to Press or Goverment without hurting our brothers or sisters. This must be clarified first.
I think we have wasted our energy to hurt our brothers & sisters in Malaysia. It is more peacefully and fruitful to share and discuss other productive matters with friends or neighbours like Malaysia via this blog. Hope we all gain the “rahmat” from Allah SWT. Amin.
We love you both Malaysia & Indonesia brothers & sisters.
September 16th, 2009 at 2:18 pm
Bulan Ramadhan..bulan yang mulia,
Syawal dinanti pun hampir tiba,
Lupakan saja semua sengketa,
Bermaaf-maafan sesama kita..
Selamat Hari Raya Idulfitri..maaf zahir & batin..semoga Allah merahmati kita selamanya…Aminnn..
September 17th, 2009 at 11:01 am
@All
Sorry guys, berhubung beberapa komentar saling menjelek-jelekkan satu sama lain, lebih baik kiranya pengiriman komentar untuk postingan ini kututup.
Dan jawabanku untuk komentar-komentar kalian bisa diliat disini:
http://danigunawan.com/opini/k.....-malaysia/