Kolak Tak Tepat Untuk Buka Puasa

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading ... Loading ...
Kolak Pisang

Kolak Pisang

Kolak, makanan khas yang berbuka puasa, ternyata tidak tepat dimakan setelah 14 jam menahan lapar dan haus.Pasalnya, kolak mengandung gula dan lemak yang terlalu tinggi. Kombinasi keduanya membuat alat pencernaan secara tiba-tiba bekerja berat, setelah sebelumnya beristirahat seharian.

Demikian diungkapkan ahli nutrisi Wied Harry Apriadji seusai acara bincang-bincang Cara Mudah Mengikuti Food Combining di Jakarta belum lama ini.

Lulusan Institut Pertanian Bogor itu menyarankan agar umat Islam mengikuti teladan Nabi Mohammmad SAW yang hanya makan kurma dan minum air putih untuk berbuka. Karena meskipun mengandung gula yang kadarnya cukup tinggi dan sama-sama manis seperti kolak, karbohidrat yang dikandung kurma mudah dicerna.

“Dalam berpuasa yang harus ditekankan adalah nilai spiritualnya. Puasa akan menjadi percuma kalau kita hanya mengubah jam makan yang harusnya siang menjadi malam,” ujar Wied.

Menurut Wied, dalam analisa nutrisi, orang yang hanya minum air putih selama 40 hari tidak akan sakit dan meninggal, kebutuhan nutrisinya juga akan terpenuhi.

“Saat berpuasa kita tidak banyak keinginan, sehingga nutrisi tidak banyak terkuras.. Saat berpuasa semuanya akan lebih tenang, nutrisi lebih dihemat,”kata dia.

Wied pernah menerapkan pola makan Food Combaining dengan cara mengonsumsi buah dan sayur secara terpisah, dan porsinya sama dengan asupan karbohidrat serta protein ke dalam tubuh. Selain itu, protein dan karbohidrat juga tidak dimakan bersamaan.

Cara makan seperti itu dibuat dengan mempertimbangkan lamanya proses pencernaan dalam tubuh agar nutrisi zat makanan dapat diserap secara sempurna. Pola makan semacam itu tetap ia terapkan saat menjalankan puasa. Meskipun porsi makan menjadi lebih sedikit. Namun, dengan penyerapan yang maksimal, tubuh tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.
(iis)

Sumber: PdPersi

NB:
Diambil dari note temen di FB, dia ngambil dari milis SMN4 Jkt 80

Jakarta – Kolak, makanan khas yang berbuka puasa, ternyata tidak tepat
dimakan setelah 14 jam menahan lapar dan haus.Pasalnya, kolak mengandung gula dan lemak yang terlalu tinggi. Kombinasi keduanya membuat alat pencernaan secara tiba-tiba bekerja berat, setelah sebelumnya beristirahat seharian.

Demikian diungkapkan ahli nutrisi Wied Harry Apriadji seusai acara
bincang-bincang Cara Mudah Mengikuti Food Combining di Jakarta belum
lama ini.

Lulusan Institut Pertanian Bogor itu menyarankan agar umat Islam
mengikuti teladan Nabi Mohammmad SAW yang hanya makan kurma dan minum air putih untuk berbuka. Karena meskipun mengandung gula yang kadarnya cukup tinggi dan sama-sama manis seperti kolak, karbohidrat yang dikandung kurma mudah dicerna.

“Dalam berpuasa yang harus ditekankan adalah nilai spiritualnya. Puasa
akan menjadi percuma kalau kita hanya mengubah jam makan yang harusnya siang menjadi malam,” ujar Wied.

Menurut Wied, dalam analisa nutrisi, orang yang hanya minum air putih
selama 40 hari tidak akan sakit dan meninggal, kebutuhan nutrisinya juga akan terpenuhi.

“Saat berpuasa kita tidak banyak keinginan, sehingga nutrisi tidak
banyak terkuras.. Saat berpuasa semuanya akan lebih tenang, nutrisi lebih
dihemat,”kata dia.

Wied pernah menerapkan pola makan Food Combaining dengan cara
mengonsumsi buah dan sayur secara terpisah, dan porsinya sama dengan asupan karbohidrat serta protein ke dalam tubuh. Selain itu, protein dan karbohidrat juga tidak dimakan bersamaan.

Cara makan seperti itu dibuat dengan mempertimbangkan lamanya proses
pencernaan dalam tubuh agar nutrisi zat makanan dapat diserap secara
sempurna. Pola makan semacam itu tetap ia terapkan saat menjalankan
puasa.Meskipun porsi makan menjadi lebih sedikit. Namun, dengan penyerapan yang maksimal, tubuh tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal.
(iis) Sumber: PdPersi

(Dari Milis SMAN4 Jkt 80)

Random Posts

Loading…

Related posts:
  1. Hak Veto, Hak Untuk Menguasai Dunia
  2. 17 Tips Mengatasi Stress

Tags: , , ,

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>