Seperti yang uda kita ketahui bersama, facebook, atau yang sering diplesetkan menjadi fesbuk, merupakan salah satu situs jejaring sosial yang terkenal di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, fesbuk merupakan salah satu dari tiga situs yang paling sering di kunjungi di Indonesia. Fesbuk menempati urutan kedua setelah om google. Fesbuk menggeser posisi yahoo yang kini berada di posisi ketiga. Mantap….
Nah… baru-baru ini, ada wacana yang beredar di masyarakat, dan wacana ini meresahkan pengguna fesbuk. Wacana itu adalah pengharaman facebook. Berita ini bagaikan petir di siang hari bagi mereka yang uda kecanduan fesbuk. Wah, wah, ini ada apa? Kok maen haram-haraman?
Sehubungan dengan wacana ini, tadi pagi di acara Kabar Pagi TVOne, Nabil Haroen, Juru bicara Pesantren Lirboyo mengklarifikasi via telepon bahwa Facebook tidak haram. Dari penyampaiannya, aku menyimpulkan bahwa bukan alatnya yang haram, melainkan perbuatannya. Maksudnya, Facebook sebagai alat komunikasi tidaklah haram. Namun bila digunakan untuk hal-hal yang tidak baik, misalnya menyebarkan foto porno, jual diri dan lain-lain, maka menjadi haram. Jadi tergantung orangnya.
MUI Tidak Mengharamkan Facebook
Media, baik cetak maupun elektronik berperan besar dalam penyampaian informasi. Jangan sampai informasi yang salah disebarkan dengan cepat. Sebaiknya diklarifikasi terlebih dahulu. Bahkan MUI sendiri sebenarnya belum membahas halal atau haramnya fesbuk.
Sebagai penerima informasi, kita dituntut juga berperan aktif dalam menyeleksi wacana-wacana yang beredar. Cuma karena ada isu MUI mengharamkan facebook, trus warga langsung menuduh MUI ga ada kerjaan, dan lain-lain. Agar para pengguna fesbuk (khususnya yang muslim) merasa lebih nyaman, MUI sudah mengklarifikasi bahwa tidak ada alasan untuk dikeluarkan fatwa haram jika jejaring sosial ini mengandung banyak manfaat bagi umat.
Semoga bermanfaat..
Random Posts
Loading…














May 26th, 2009 at 12:50 pm
ya aku juga berpikiran sama, ga mgkin MUI ampe mengharamkan facebook
May 26th, 2009 at 7:56 pm
sbnrnya yg nentuin halal dan haramnya itu sapa sih??
koq buat bingung aja..
gag kompakan..
huhuhu…
May 26th, 2009 at 7:58 pm
@atas
yg nentuin tu sbnrnya MUI
tapi yg lebih sbnrnya lg tu ya liat pegangan n pedoman hidup aja
CMIIW
May 26th, 2009 at 10:52 pm
Kalau soal “bukan alatnya yang haram, melainkan perbuatannya“, berarti blogging juga sama. Blog malah sudah digunakan untuk hal yang tidak baik.
“Namun bila digunakan untuk hal-hal yang tidak baik, misalnya menyebarkan foto porno, jual diri dan lain-lain, maka menjadi haram”
Lah, ini semua sudah ada di blog. Kenapa bukan blog yang diharamkan?
May 26th, 2009 at 10:59 pm
@sambiki
kayaknya anda salah pengertian. Ibarat pisau, bisa digunakan untuk memotong sayur atau membunuh. nah, anda pakai buat apa? bukan karena “ada” yang menggunakan pisau untuk membunuh, maka pisau dilarang penggunaannya. dan dalam hal ini, blogging maupun facebook adalah alat. Bukan alatnya yang dilarang penggunaannya.
May 27th, 2009 at 9:19 am
ya, klo dibuat haram atau halal itu sih tergantung dari kita-kita, mau dibuat haram bisa mau dibuat Halal juga bisa, klo aku sih ambil sisi positifnya aja dan dipakai yang sewajar-wajarnya,… he,,…he…he….
May 27th, 2009 at 10:10 am
Orang Indonesia tuh kok ada yg kayak gitu2 bgt ya….??
Pintarnya cuma Menyikapi “sesuatu”, ndak bisa Membuat “sesuatu”.
Kalo umpamanya Mau buat Bom sekalian aja Bom yang Komersil, yg bisa dijual, minimal biar orang luar tuh tahu eksistensi Indonesia, and nambah2 Devisa dikit, kayak Iran ato Cina gitu…..,?
baru keserang Facebook aja udah memfatwakan haram,…Bikin donk yang lebih canggih dari Facebook!! ,ato sesuatu yang mendidik gitu.! jangan cuma bikin halal ..haram….
hehehehehe…
Cri tmen Ko haram? Mempererat tali Prsaudaraan Haram?!
MUNAFIK tu Mah Nmanya!
Ataw gara” d’psantren gada internet?! Hahahaha
May 27th, 2009 at 10:54 am
Saya sangat prihatin, dengan pendapat orang2x Islam Indonesia yang terlalu dan selalu mempersoalkan haram dan halal. Yang meraka sendiri belum tahu hakikat yang sebenarnya tentang pengertian haram dan halal itu.
Padahal Rasululloh SAW sendiri, pernah berfatwa ” Urusilah amalanmu sendiri jangan kau urusi amalan-amalan orang lain.
May 27th, 2009 at 1:09 pm
wah ngak rame lagi nih. udahan aja protesnya. entar bisa kualat kalo ngatain ulama. biar KPK aja yang cari sensasi, MUI dan khususnya Ulama konsentrasi cari cara biar lebih banyak orang yang rajin sholat dan ibadah lainnya. boleh face bookan asal jangan lupa ibadah, tul ngak………
May 27th, 2009 at 2:02 pm
@DaNny Coolestroll
“Cri tmen Ko haram? Mempererat tali Prsaudaraan Haram?!”
Coba baca dulu artikelnya dan link terkait. Baca bener-bener dan pahami. Baru kasi komentar.
“Ataw gara” d’psantren gada internet?! Hahahaha”
Sombong kali kau kisanak. Baru bisa ngenet aja dah sok.
@ahmad badawi
“Padahal Rasululloh SAW sendiri, pernah berfatwa ” Urusilah amalanmu sendiri jangan kau urusi amalan-amalan orang lain.”
bisa tunjukkan hadist riwayat siapa?
@ust yudi
“boleh face bookan asal jangan lupa ibadah, tul ngak………”
wajiib….
May 27th, 2009 at 6:11 pm
yang bilang facebook haram tuh…orang sinting..kalo mo cari sensasi yang sehat dong
May 28th, 2009 at 12:35 pm
Dalam Islam kan udah ada ajaran yang mengharuskan kita selalu melakukan klarifikasi (Tabayyun). Al-Quran Surat Al-Hujuraat ayat 6.”Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”.
Jadi jangan mudah termakan sama isu-isu yang belum jelas. Karena Islam sudah memberikan tuntunan, berarti kita sebagai umat harus lebih hati-hati. Atau memang kita cuman jarang baca Al-Quran aja kali yach?
May 29th, 2009 at 9:14 pm
memang bener, teknologinya sendiri gak bisa dibandrol haram atau halal, tapi perilakunya saja.
May 30th, 2009 at 7:32 am
udah kayak G30S PKA aja kudu di gitu2in…
mening mojok aja aghhhh…
kaming sun yahhh…kaming sun…
May 31st, 2009 at 9:42 pm
yah gak perlu menyikapi sesuatu yang booming secara berlebihan deh kayaknya.
segala sesuatu tuh punya pilihan bisa jadi maslahat ato mudharat, tergantung kita sendiri memilih dan memutuskannya…:)
June 10th, 2009 at 9:33 am
Memang betul Mas, kita terlalu cepat mengedarkan berita sebelum tahu substansi dari berita tersebut. Inilah kondisi jaman akhir, tidak akan terlepas dari cerita model begitu. Rasul sudah mengingatkan agar meneliti dulu isi beritanya, baru expose. Btw, salam kenal Mas dari seorang newbie
November 8th, 2009 at 9:50 am
Menghapus account facebook? kenapa tidak? ini yang saya alami baru-baru ini. Facebook lama-lama sudah tidak berguna lagi dan cenderung membuang-buang waktu saja. Hal ini terlihat dari kegiatan saya selama di facebook. Yaitu hanya bermain kuis-kuis, komentarin status orang lain, gonta-ganti foto pic. Dan itu semua terasa menjemukan sehingga saya berkesimpulan bahwa facebook sudah tidak berguna lagi bagi saya. Mungkin sebaiknya saya menghapus account saya untuk meminimalisir kerugian yang saya alami. Kalo masalah haram, ya tergantung niat yg make tuh facebook. Teknologi memang tidak selalu membawa kebaikan bagi manusia. Semakin kuat, semakin rapuh pula ia. Teknologi ibarat pisau bermata dua. Bisa digunakan untuk memotong sayuran, tetapi sekaligus dapat melukai jari kita sendiri.
February 15th, 2010 at 4:40 pm
biarin aj tentang pembritaan coz krn sirik aja.
May 21st, 2012 at 9:50 pm
Agan-agan, rupanya ada situs baru buatan Indonesia untuk Indonesia. Tapi nampaknya masih perlu pembenahan, namanya juga baru. Ayo gabung Gan. Bikin rame tuh Indonesia