Antri, masalah kecil dan sepele, cuma berakibat fatal bila tidak dijalankan dengan baik. Antri dong! Cuma itu yang bisa kuteriakkan dalam hati ketika melihat orang yang disebelahku menyerobot untuk membayar listrik dan telepon. Udahlah datangnya belakangan, mau cepat pulak. Padahal aku dah sengaja datang pagi (ternyata petugas kantor posnya lama kali datangnya!), eh masih nunggu kira-kira setengah jam (Ditekong pulak :hammer:). Yah, budaya antri memang belum bisa diterapkan dengan baik di Indonesia. Semua mau duluan, semua mau diistimewakan, semua mau cepat.
Kesal? Tentu! Kenapa sih ga bisa antri? Perbandingan yang nyata terlihat ketika aku jalan-jalan ke Singapura. Ada serombongan orang Indonesia yang hendak membeli tiket subway. Mereka bergerombol di depan mesin tiket, menunggu temannya yang hendak membeli tiket juga, sementara temannya yang lain menunggu disampingnya. Kontras sekali dengan mesin di sebelahnya, yang hanya digunakan oleh orang Singapura, mereka antri dengan teratur, baik laki-laki maupun perempuan.
Memang pantas la di Indonesia budaya antri ga bisa terlaksana, di Kamus Besar Bahasa Indonesia pun arti kata “antri” ga ketemu!!!
So? Antri dong!!!
Random Posts
Loading…

(3 votes, average: 4.00 out of 5)














April 15th, 2010 at 1:57 pm
kalo antri emang ga ada,
antre yg ada.. aneh..
hehehe..