Berburu Air Akar

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 3.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

“Apa yang unik di Dumai?” tercetus dari mulut salah seorang paklekku pada malam sebelum pernikahan kakakku. Ya, pada saat ini (19/12/08) aku sedang berada di Dumai dalam rangka pernihakan kakakku. Walaupun dari kecil tinggal di Dumai, aku ga tau apa sih yang unik di Dumai. Maklum la, masa SMA – kuliah dan kerja kuhabiskan di Medan.

“Air akar”, sebut salah seorang teman lamaku yang tinggal di Dumai. Setelah mendapatkan petunjuk, aku dan sepupuku berangkat ke TKP. Loh, paklekku gimana? Perburuan dimulai tanpa dirinya hehehe…

Diatas motor yang melaju pelan, mata kami terus mengawasi sepanjang jalan ombak, yang sekarang telah berganti nama menjadi jalan Sultan Hasanuddin, mencari-cari gerobak yang bertuliskan Air Akar. Pencarian tidak membuahkan hasil sampai akhirnya kami melihat gerobak yang terdapat botol-botol seperti botol jamu. Kami putuskan untuk berhenti dan langsung pesan “air akar” tanpa memastikan bahwa mereka menjual air akar.. hhh.. pede banget!

Gerobak penjual air akar tanpa nama

Gerobak penjual air akar tanpa nama

Usaha tebak-menebak membuahkan hasil, mereka menyediakan air akar. Kami memilih air akar biasa dan yang memakai santan. Kupikir air akar ini hangat, ternyata tidak. Rasa air akar asam karena memang terbuat dari campuran jeruk nipis. Di dalam minuman tersebut terdapat “benda hijau” yang ternyata adalah cincau. Bahannya alami yaitu daun cincau. Aku bertanya-tanya di dalam hati, mengapa namanya air akar??? Rasa penasaranku terjawab setelah pemilik gerobak menjelaskan bahwa dulu air akar memang terbuat dari akar-akaran. Tetapi karena akar tersebut sudah jarang, maka diganti menjadi cincau.

Air akar santan (kiri) dan air akar biasa (kanan)

Air akar santan (kiri) dan air akar biasa (kanan)

Air akar hanya terdapat di dua propinsi yaitu Sumbar dan Riau. Aslinya berasal dari Sumbar. Karena di Riau banyak terdapat perantau dari Sumbar, maka minuman ini juga ikut dilestarikan di Riau, khususnya di Pekanbaru dan Dumai. Emang sih, kalo diperhatikan, dialek orang-orang Pekanbaru dan Dumai sudah bercampur dengan dialek Padang. Yang menjual air akar pun mengaku berasal dari Padang.

Bukan hanya menyegarkan, air akar yang dapat dibeli dengan harga dua ribu rupiah, ternyata mempunyai khasiat yang lain. Air akar dipercaya cocok untuk dikonsumsi oleh orang yang sedang terkena sariawan atau panas dalam. Efek lain yang kurasakan adalah setelah meminum air akar adalah kenyang. Mungkin karena cincaunya padat banget!!!

Random Posts

Loading…

Related posts:
  1. Akhirnya Blogging Lagi!
  2. danigunawan.com Has Been Suspended
  3. Back to Medan
  4. Day 1 at KL
  5. Day 2 at KL: Istana Negara
  6. Day 2 at KL: The Sky Bridge
  7. Malam ini ke Dumai

Tags:

6 Responses to “Berburu Air Akar”

  1. wah jadi teringat masa lalu, haha.
    aku baru sadar udah lama ga minum itu, dan baru sadar juga kalo d medan ga ada yang jual.
    plg suka air akar santan itu.

  2. Ntar kita aja yang buka di Medan Ki :D

  3. wiw.. undang-undang kalau peresmian di Medan ya :D

  4. @nich
    Hehehe.. seeeepppp!

  5. ni air buat paan bang??
    me+ vitalitas kaum adam ya???
    wakakakkakk

  6. @vygo
    wakakaka.. ngeres aja pikiran ko goes.. baca dunkz.. airnya utk ngobatin panas dalam..

Leave a Reply

You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>